JogjaJateng .com

In Gaza, 800,000 people now live in dangerous locations prone to flooding

January 15, 2026 • Jogja jateng
In Gaza, 800,000 people now live in dangerous locations prone to flooding

800 Ribu Jiwa di Gaza Terancam Banjir Saat Hujan Deru

Gaza City – Aminamemejamkan mata, berusaha meringankan kelelahannya, beberapa saat sebelum dipaksa bangun lagi. Desau hujan yang terus menerus membentur tenda itu seperti gong bergema di dalam benak. Di rumah sementara yang terbuat dari kain tipis ini, ia membentengi dirinya dan keluarganya dari badai tak terduga yang menerjang Gaza. Badai musim dingin mematikan ribuan rumah dan memaksakan Amina dan 800 ribu warga Gaza lainnya untuk hidup di daerah rawan banjir.

Hujan deras yang tak kenal ampun sejak pertengahan Januari telah menerjang wilayah tersebut . Sungai dan drainase yang sudah beku kini meluap, menggenangi rumah dan jalanan. Amina khawatir, setiap kali hujan deras datang, lembaran-lembaran kanvas tenda mereka akan rusak dan air akan masuk ke dalam. Tentu saja, hujan dan banjir tidak hanya mengancam hunian mereka, namun juga kesehatan dan keselamatan pribadinya.

“Saat hujan deras berhenti, pengungsi kami kesulitan untuk mengakses air bersih dan sanitasi yang layak. Hal ini menimbulkan risiko penyakit,” ujar seorang petugas kemanusiaan yang telah bekerja di Gaza selama bertahun-tahun. Berdasarkan laporan terbaru dari PBB, ribuan rumah di Gaza telah rusak parah akibat banjir. Ini semakin memperumit situasi yang sudah sangat sulit bagi penduduk Gaza yang telah lama mengalami krisis kemanusiaan. Khan Yunis, Rafah, dan Jabalya adalah beberapa area paling terkena dampak banjir.

Situasi ini mempertanyakan tentang ketahanan infrastruktur dalam menghadapi cuaca yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim. Program PBB untuk Pembantu Kemanusiaan dan Refugees (UNRWA) bekerja keras untuk memberikan bantuan kepada warga Gaza, dengan menyalurkan bantuan logistik dan makanan kepada ribuan keluarga yang terdampak.

Mereka juga menyediakan para medis dan obat-obatan untuk menangani penyakit yang mungkin muncul akibat banjir. Meskipun begitu, UNRWA menekankan bahwa bantuan suportif jangka panjang dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur dan meningkatkan kapasitas daerah Gaza dalam menghadapi bencana banjir masa depan.

“Ketahanan terhadap bencana adalah kebutuhan mendesak bagi warga Gaza,” ungkap seorang pejabat UNRWA. “Kami memerlukan komitmen internasional yang konkret untuk membantu warga Gaza membangun kembali rumah mereka dan melindungi mereka dari dampak bencana alam.”

Kondisi penanganan bencana di Gaza saat ini menunjukkan lampu merah bagi dunia internasional. 800 ribu jiwa terpaksa menghidupkan dalam kondisi rentan dan berbahaya. Dibutuhkan kolaborasi internasional yang kuat untuk membantu warga Gaza menghadapi ujian ini dan membangun masa depan yang lebih baik.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us