WFP warns Sudan food aid could run out in March
WFP Peringatkan Bantuan Makanan untuk Sudan Tetap Wanprediksi di Maret
Khartoum, Sudan – Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan pada Kamis (15 Januari) bahwa mereka semakin kesulitan untuk menjalankan operasi darurat di Sudan. Lebih dari 1.000 hari perang telah menghancurkan kehidupan jutaan orang di Sudan, mendorong mereka ke ambang kelaparan.
“Situasi di Sudan semakin darurat,” ujar Herve Verhoosel, Juru Bicara WFP, dalam sebuah konferensi pers. “Kami telah melihat peningkatan yang tajam dalam angka kebutuhan pangan dan kami kekurangan dana. Jika kami tidak menerima dukungan segera, bantuan makanan dapat habis pada bulan Maret.”
Konflik yang telah berlangsung sejak April 2019 telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang meluas di Sudan. Lebih dari 20 juta orang, atau sekitar setengah dari populasi Sudan, bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.
Program Pangan Dunia mengatakan bahwa 7 juta orang di Sudan menghadapi ancaman kelaparan, sementara jutaan lainnya mengalami kekurangan gizi serius. “Perang telah menghancurkan infrastruktur pertanian, mencegah petani membudidayakan tanah mereka dan menghasilkan makanan. Masa depan pangan Sudan dipenuhi ketidakpastian,” tambah Verhoosel.
Kelangkaan bahan makanan telah mengirim harga pokok melonjak ke langit-langit. Banyak keluarga terpaksa berhutang untuk membeli makanan, sementara anak-anak menjadi rentan terhadap malnutrisi dan penyakit. Sistem kesehatan Sudan juga terguncang parah akibat perang, dengan banyak rumah sakit dan klinik kekurangan pasokan dan staf.
WFP menekankan perlunya bantuan segera untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah. Mereka menyebutkan kebutuhan dana sebesar US$ 700 juta untuk melanjutkan bantuan pangan di Sudan selama enam bulan ke depan.
“Kami mendesak dunia untuk tidak melupakan penderitaan rakyat Sudan,” ujar Verhoosel. “Mereka membutuhkan bantuan kami sekarang sebelum situasi menjadi semakin buruk.”
Selain memperingatkan tentang kekurangan anggaran, WFP juga mengungkap kesulitan logistik dalam mencapai daerah yang terkena dampak konflik. Beberapa akses jalan terjalin, sementara keamanan di beberapa wilayah menjadi ancaman bagi tim bantuan.
WFP terus berkolaborasi dengan pemerintah Sudan, organisasi kemanusiaan lain dan para pemberi dana untuk mengentaskan krisis pangan di Sudan. Mereka berharap dengan dukungan global, mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi jutaan orang yang terdampak konflik dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.