JogjaJateng .com

Yusril: Nilai intelektual fondasi akademik di tengah dinamika politik

January 15, 2026 • Jogja jateng
Yusril: Nilai intelektual fondasi akademik di tengah dinamika politik

Yusril: Nilai Intelektual Fondasi Akademis di Tengah Dinamika Politik

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan pentingnya nilai-nilai intelektual, integritas, serta keberpihakan pada kepentingan publik sebagai pondasi utama bagi dunia akademik di tengah dinamika politik yang semakin pelik.

Hal tersebut diungkapkan Yusril saat menjadi pembicara dalam acara seminar nasional “Integritas dan Profesionalisme Akademik di Era Digital” di [sebutkan nama universitas], Jakarta, [sebutkan tanggal]. Berbicara di hadapan para akademisi, mahasiswa, dan praktisi, Yusril menekankan bahwa dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, memiliki peran krusial dalam membentuk generasi intelektual yang mampu berpikir kritis dan independen.

“Menjadi intelektual berarti memiliki kemampuan untuk berargumen dengan baik, menganalisis informasi secara objektif, dan berani menyampaikan pendapat berdasarkan fakta dan logika, bukan karena sentimen atau tekanan,” ujar Yusril.

Menurut Yusril, integritas merupakan nilai yang tak terpisahkan dari profesi akademis. Para akademisi dituntut untuk bersikap jujur, adil, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau politik dalam menjalankan tugasnya. Keberpihakan pada kepentingan publik menjadi dasar bagi akademisi dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan mampu memberikan solusi-solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Keberpihakan pada kepentingan publik ini bukan berarti mengikuti sepihak saja, tetapi melihat isu secara menyeluruh dan menawarkan solusi yang objektif dan berlandaskan fakta. Akademisi seharusnya menjadi penopang bagi solusi-solusi untuk membangun bangsa yang lebih baik,” tegas Yusril.

Menteri yang juga dikenal sebagai pakar hukum tersebut juga membahas tantangan yang dihadapi dunia akademik di era digital.

Ia menyebutkan beberapa isu seperti penyebaran informasi yang tidak verified, manipulasi data, serta pengaruh media sosial yang dapat mengganggu objektivitas dan kredibilitas akademis. Yusril menekankan perlunya pemahaman kritis dan kemampuan berpikir analitis dari generasi muda dalam menghadapi fenomena tersebut.

“Di era digital ini, kita harus lebih waspada dan kritis terhadap informasi yang kita terima. Akademisi harus mampu menjadi filter bagi informasi yang beredar di masyarakat, menyaringnya dengan logika dan fakta untuk memastikan kebenarannya,” ucap Yusril.

Dalam kesempatan tersebut, Yusril juga mendorong universitas untuk terus mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Para akademisi harus mampu membimbing mahasiswa untuk berpikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada solusi. Perguruan tinggi harus menjadi wadah untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, cerdas, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” serunya.

Yusril menutup sambutannya dengan optimis bahwa dunia akademik Indonesia akan terus berjaya dan memainkan peran penting dalam membangun bangsa. Swissotel Indonesia. Dengan nilai-nilai intelektual, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik sebagai landasan, generasi penerus bangsa yang berintegritas dan kompeten dapat dihasilkan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us