Ukraine: Families in ‘survival mode’ amid Russian strikes and deadly cold
Ukraina: Keluarga dalam 'Mode Kehidupan Bertahan' di Tengah Serangan Rusia dan Dingin Buas
Kyiv, Ukraina – Keluarga di seluruh Ukraina hidup dalam “mode bertahan hidup yang terus-menerus” akibat gelombang serangan rudal dan drone Rusia yang menyebabkan pemadaman listrik selama berhari-hari, di saat suhu turun mendekati titik mematikan, ungkap UNICEF dalam keterangan resmi Jumat (13 Januari 2023).
UNICEF menekankan bahwa situasi sulit ini membawa dampak besar bagi anak-anak dan keluarga di seluruh negeri. Serangan-serangan Rusia yang berkelanjutan telah merusak infrastruktur vital, termasuk sistem pasokan listrik, air bersih, dan pemanas, sehingga membatasi akses dasar bagi jutaan warga Ukraina.
“Ketika dipastikan aman, anak-anak menghabiskan waktu mereka tanpa listrik, air bersih dan sumber pemanas berdiri,” jelas seorang perwakilan UNICEF. “Mereka tidur dalam pakaian tebal untuk mencoba bertahan dari dinginnya udara, dan banyak keluarga terpaksa membuat api unggun di dalam rumah mereka hanya untuk bisa menghangatkan diri.”
Lebih lanjut, UNICEF menyatakan bahwa banyak keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang ditimpa kerusakan akibat serangan, menjadikan mereka rentan terhadap cuaca dingin dan kekurangan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Kondisi ini semakin diperburuk oleh kekurangan akses terhadap makanan dan air bersih di beberapa wilayah. Banyak keluarga kesulitan membeli bahan makanan karena sebagian besar toko dalam keadaan tutup sementara akibat kekurangan energi.
UNICEF juga menyoroti dampak psikologis dari situasi ini bagi anak-anak. “Anak-anak di Ukraina mengalami trauma akibat kekerasan dan ketakutan. Perencanaan dan rutinitas mereka dirusak, dan mereka kehilangan tempat mereka merasa aman dan nyaman. Dukungan mental dan emosional penting untuk membantu mereka mengatasi situasi yang sulit ini,” tambah perwakilan UNICEF.
Kondisi Darurat
Organisasi ini menekankan bahwa situasi ini seperti kondisi darurat dan mendesak semua pihak untuk segera memberikan bantuan penting bagi warga Ukraina. Mereka meminta bantuan makanan, pakaian hangat, alat pemanas, air bersih dan bantuan medis serta dukungan psikologis bagi anak-anak.
ofi cial UNICEF juga menyerukan kepada para pihak yang terkait untuk memberi akses bantuan kemanusiaan ke semua wilayah yang terdampak.
Arief Maulana, seorang juru bicara UNICEF di Jakarta, menyatakan bahwa organisasi ini berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak di Ukraina. “UNICEF akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Ukraina dan para mitra untuk memastikan kebutuhan mendesak dari warga Ukraina terpenuhi,” ujar Arief dalam sebuah pernyataan terpisah.
Pendidikan anak-anak di Ukraina juga terganggu, dengan banyak sekolah terpaksa ditutup karena kerusakan dan kurangnya listrik. Perwakilan UNICEF menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci penting bagi pemulihan dan masa depan anak-anak Ukraina, dan organisasi tersebut akan bekerja sama dengan Pemerintah Ukraina untuk memulihkan akses terhadap pendidikan bagi mereka yang terdampak.