Menteri LH mengimbau intensifkan pemilahan hadapi krisis sampah di daerah
Menteri LH Mengimbau Intensifikasi Pemilahan Sampah Hadapi Krisis Sampah di Daerah
Bandung, Jawa Barat – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Mensos LHK) Hanif Faisol Nurofiq mendorong intensifikasi pemilahan sampah di tingkat sumber untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam menekan timbulan sampah perkotaan. Imbauan ini disampaikan Mensos LHK saat kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat, untuk meninjau pemanfaatan teknologi RDF yang terintegrasi dengan program pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Pemilahan sampah secara efektif di tingkat rumah tangga menjadi kunci keberhasilan implementasi teknologi RDF,” ujar Menlhk Hanif dalam sambutannya, “Ketika sampah sudah terpisahkan dengan baik, proses pengolahan RDF akan jauh lebih efisien dan hasilnya pun lebih optimal.”
Menggunakan teknologi RDF, sampah yang terolah mampu diubah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bahan bakar ini nantinya dapat digunakan untuk pembangkit listrik atau energi panas, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam kunjungannya, Menlhk Hanif juga meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah dan pembangkit listrik tenaga sampah RDF yang dioperasikan oleh Kontraktor Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) PT. Leuser Faith Renewable Energy.
Teknologi RDF yang diterapkan di kota Bandung menjadi salah satu upaya nyata dalam mengatasi krisis sampah yang tengah dihadapi. Permasalahan ini semakin meningkat dengan pesatnya pertumbuhan kota dan peningkatan konsumsi produk yang berdampak pada volume sampah yang tertimbun.
“Yogyakarta berhasil memaksimalkan program ini dengan mencapai tingkat pemilahan sampah mencapai 70 persen. Ini menunjukkan bahwa program pemilahan sampah bisa berjalan efektif dengan komitmen dari semua pihak,” ujar Menlhk Hanif, menambahkan.
Menteri LHK mencatat bahwa program pemilahan sampah di seluruh Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya infrastruktur pengolahan, dan kurangnya sinergi antar stakeholder.
“Masyarakat perlu diberdayakan untuk memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dini, agar tercipta kebiasaan baik yang menjadi kunci keberhasilan program ini,” jelas Menlhk Hanif.
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk terus mendorong upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, termasuk melalui optimalisasi teknologi RDF.
Menlhk Hanif berharap teknologi RDF dapat menjadi solusi inovatif dan efektif dalam mengatasi permasalahan sampah perkotaan. Pemerintah juga akan terus meningkatkan program edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah.
“Dengan kerjasama yang baik Jogjajateng.com pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri, kita yakin Indonesia dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.”
Kesimpulan
Intensifikasi pemilahan sampah di sumber menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi teknologi RDF dan mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Penggunaan RDF dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi krisis sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.