BPBD: Pengungsi banjir di Kudus bertambah menjadi 1.822 jiwa
BPBD: Pengungsi Banjir di Kudus Bertambah Menjadi 1.822 Jiwa
Kudus, Jawa Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir dan mengungsi terus bertambah. Sejauh ini, tercatat 1.822 jiwa atau 606 keluarga terpaksa mengungsi ke 11 titik pengungsian yang telah disiapkan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan data terbaru tersebut di Kudus, Sabtu (17/1). “Berdasarkan data per hari ini, total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Tentu akan terus diperbarui karena bersifat dinamis,” ujarnya.
Wilayah terdampak banjir dalam Kabupaten Kudus tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Kecamatan Gebog, Mejoe, Jati, Kecamatan Gusti, dan Kecamatan Jekulo. Parahnya banjir di wilayah tersebut disebabkan oleh meluapnya Sungai Kudus yang terbawa arus deras dari wilayah hulu.
“Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Kudus meluap di beberapa titik dan merendam sejumlah permukiman warga,” jelas Eko.
Sebagian besar wilayah terdampak banjir berada di dataran rendah serta dekat aliran sungai.
Dari jumlah pengungsi tersebut, Eko menjabarkan bahwa Kecamatan Gebog menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 650 jiwa dari 219 keluarga.
BPBD Kabupaten Kudus mengklaim telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi para pengungsi, seperti makanan, air mineral, selimut, dan obat-obatan. Mereka juga menambahkan, tim BPBD dan perangkat desa setempat terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan banjir dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
“Kami terus lakukan pemantauan kondisi banjir, koordinasi dengan relawan, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan bantuan dan pelayanan terbaik bagi warga terdampak,” tegas Eko.
BPBD juga mengimbau kepada warga, terutama yang berada di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengutamakan keselamatan diri. Jika mengalami banjir, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan hubungi pihak berwenang.
Kesan: Peristiwa banjir di Kabupaten Kudus menjadi reminder penting bagi masyarakat untuk selalu siap menghadapi bencana alam. Komunikasi yang baik Jogjajateng.com pemerintah dan warga serta upaya mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana alam.