JogjaJateng .com

UN rights chief bears witness to trauma and resilience in Sudan

January 18, 2026 • Jogja jateng
UN rights chief bears witness to trauma and resilience in Sudan
Komisioner Hak Asasi Manusia PBB: Sudan Terjerat Dalam Abyss

Nairobi – Alarming adalah kondisi yang tercipta di Sudan akibat perang selama hampir tiga tahun. UN High Commissioner for Human Rights, dalam kunjungannya ke Nairobi pada hari Minggu, menggarisbawahi bahwa situasi ini telah menjerat Sudan “dalam jurang yang tak terbayangkan.” Ia menekankan pentingnya menjadikan hak asasi manusia sebagai fokus utama dalam upaya mengakhiri pertempuran dan membangun perdamaian yang berkelanjutan.

“Apa yang saya saksikan di Sudan merupakan tragedi yang mengerikan,” ujarnya. “Perang yang berlanes sejak 2021 telah menelan banyak kehidupan, menghancurkan infrastruktur, dan memicu krisis kemanusiaan yang sangat parah.”

Selama kunjungannya, komisioner hak asasi manusia itu bertemu dengan para pengungsi, korban kekerasan, dan aktivis hak asasi manusia Sudan. Ia mendengar secara langsung kisah-kisah kelam tentang kekerasan, pemerkosaan, dan pelecehan yang dialami oleh rakyat Sudan.

Komisioner tersebut menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang hampir tak terhitung jumlahnya, termasuk penahanan sewenang-wenang, pemenggalan kepala publik, dan pemerikosaan. Ia juga menggambarkan kondisi sanitasi yang buruk di pusat-pusat pengungsian, serta kekurangan akses terhadap makanan, air bersih, dan perawatan medis.

Meskipun demikian, Komisioner tersebut juga melihat ketahanan dan semangat juang rakyat Sudan. Ia memuji para aktivis hak asasi manusia yang terus bekerja tanpa lelah untuk melindungi korban, mencatat:

“Meskipun ancaman dan intimidasi, para aktivis hak asasi manusia terus bekerja keras untuk memastikan bahwa suara rakyat Sudan didengar. Mereka adalah simbol keberanian dan semangat persaudaraan.”

Komisioner hak asasi manusia PBB menyerukan kepada para pihak yang berperang untuk segera menghentikan pertempuran dan memulai dialog yang jujur untuk mencapai solusi damai. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang lebih besar dan mendesak agar hak asasi manusia diutamakan dalam setiap langkah menuju perdamaian.

“Perang tidak punya pemenangnya, hanya korban,” tegas Komisioner tersebut. “Waktu untuk mengakhiri penderitaan rakyat Sudan telah lama tiba. Kami mendesak seluruh dunia untuk bekerja sama dalam rangka membangun Sudan yang damai dan adil bagi seluruh rakyatnya.”

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us