Mentan sebut hilirisasi ayam terintegrasi demi peternak dan ekonomi daerah
Mentan Sebut Hilirisasi Ayam Terintegrasi Demi Peternak dan Ekonomi Daerah
Bone, Sulawesi Selatan (Jogjajateng.com) — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran Sulaiman saat mengunjungi lokasi proyek pilot project hilirisasi ayam terintegrasi di Bone pada Rabu, (16/8/2023). Ia menjelaskan, hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone menjadi model baru yang inovatif dalam menghadapi tantangan sektor peternakan.
“Artikel ini mengulas mengenai fokus pemerintah dalam mengembangkan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan tujuannya bagi peternak dan masyarakat daerah,” ujar Mentan Amran Sulaiman.
“Dengan hilirisasi ayam terintegrasi ini, peternak tidak hanya sekadar beternak tapi bisa mengolah hasil produksinya sendiri. Ini akan menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.
Mentan Amran Sulaiman menekankan, hilirisasi ayam terintegrasi tidak berhenti hanya di pengolahan daging ayam, tetapi juga mengembangkan produk olahan lain seperti tepung, sosis, bakso, dan produk lainnya. Hal tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk menciptakan produk unggulan yang berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
“Kita tidak hanya mengandalkan ekspor produk mentah. Kita harus mengolahnya lebih lanjut agar lebih menguntungkan. Tepung ayam dan produk olahan lainnya memiliki potensi pasar yang luas,” ujar Mentan Amran Sulaiman.
Rantai Pasok yang Kuat dan Biaya Produksi Tertinggi
Hilirisasi ayam terintegrasi juga bertujuan untuk memperkuat rantai pasok. Dengan adanya pengolahan di tingkat daerah, supply chain menjadi lebih efisien dan terkontrol. Ini juga membantu dalam menekan biaya produksi, mengingat para peternak bisa mengontrol perjalan produk dari kandang sampai ke meja konsumen.
“Kami ingin membangun rantai pasok yang kuat dan transparan. Dengan begitu, konsumen bisa mendapatkan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ungkap Mentan Amran Sulaiman.
Selain memperkuat rantai pasok, hilirisasi ayam terintegrasi juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru di daerah. Proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi produk olahan ayam akan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Dorongan Ekonomi Daerah dan Sinergi Stakeholder
Mentan Amran Sulaiman optimis bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi ini akan membuka peluang baru bagi perekonomian Kabupaten Bone.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, para peternak, dan seluruh stakeholder yang mendukung program ini. “Dukungan dari pemerintah daerah sangatlah penting,” ujar Mentan Amran Sulaiman.
“Sinergi Jogjajateng.com pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha akan menjadi kunci sukses dalam program ini. Kami berharap pilot project hilirisasi ayam terintegrasi di Bone bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan ekonomi daerah,” tutupnya.