Dokter sarankan pasien diabetes dan hipertensi makan sehat saat puasa
Dokter Sarankan Pasien Diabetes dan Hipertensi Makan Sehat Saat Puasa
Jakarta, [Tanggal] – Bagi pasien dengan penyakit komorbid seperti hipertensi atau diabetes, menjalankan ibadah puasa Ramadan tentu memerlukan kehati-hatian ekstra. Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK (K) menyarankan agar mereka tetap memperhatikan asupan gizi dan pola makan meski sedang menjalankan puasa.
“Pasien dengan diabetes dan hipertensi punya kebutuhan gizi khusus. Mereka harus berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi sebelum berpuasa dan saat breaking fast,” ungkap Dr. Inge.
Menurut dr. Inge, selama bulan puasa, pasien dengan penyakit komorbid tersebut perlu fokus pada gizi makro, mikro, dan cairan yang cukup.
Menu Malam Sebelum Puasa
Saat sahur, dr. Inge menyarankan pasien diabetes dan hipertensi untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat.
“Cobalah untuk memilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, atau nasi merah sebagai sumber energi. Selain itu, tambahkan protein yang tinggi serat seperti kacang-kacangan, telur, atau ayam tanpa kulit, dan lemak sehat seperti minyak zaitun atau alpukat,” jelas dr. Inge.
Fokus pada Gizi Saat Breaking Fast
Di momen buka puasa, dr. Inge menekankan pentingnya menghindari makanan manis dan berlemak tinggi.
“Saat buka puasa, hindari langsung mengkonsumsi makanan manis atau gorengan. Mulailah dengan menu yang rendah gula dan tinggi serat seperti buah-buahan segar, sayur, atau sup. Setelahnya, barulah makan nasi dan lauk protein seperti ikan panggang atau ayam rebus,” ia menjelaskan.
Rekomendasi Menu
Berikut adalah beberapa contoh menu sahur dan buka puasa yang sehat untuk penderita diabetes dan hipertensi:
Sahur: Oatmeal dengan potongan buah dan kacang almond, telur rebus dengan sayuran tumis, segelas susu rendah lemak.
Breaking Fast: Segelas air putih, buah-buahan segar, sup sayuran, nasi merah dengan ayam rebus dan sambal kecap, segelas jus buah tanpa tambahan gula.
Pantangan Selama Puasa
Dr. Inge juga menyarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan selama bulan puasa, seperti:
Makanan manis: Permen, kue, minuman manis, dan makanan olahan tinggi gula dapat meningkatkan gula darah dan memperburuk kontrol tekanan darah.
Makanan goreng: Gorengan kaya lemak dan kalori yang tinggi dapat meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit kardiovaskular.
Makanan berlemak jenuh dan trans: Hindari daging merah berlemak, makanan cepat saji, dan produk olahan yang mengandung lemak jenuh dan trans.
Pentingnya Konsultasi
dr. Inge menekankan bahwa penting bagi pasien diabetes dan hipertensi untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjalankan ibadah puasa.
“Konsultasi ini penting untuk mendapatkan rencana diet yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing dan memastikan bahwa kebutuhan gizi tetap terpenuhi selama bulan puasa,” ujar dr. Inge.
Kesimpulan
Meseta dengan komorbid seperti diabetic dan hipertensi tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar dan aman.
Kunci keberhasilannya adalah dengan menjalankan pola makan sehat, memilih makanan yang tepat, dan menghindari makanan yang memicu komplikasi. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan panduan yang tepat.