JogjaJateng .com

PBNU diminta pecat para tersangka korupsi

January 19, 2026 • Jogja jateng
PBNU diminta pecat para tersangka korupsi

PBNU Dianteh Permintaan Pecat Kader Tersangka Korupsi

Cirebon – Puluhan kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) dari Jawa Barat dan DKI Jakarta mendesak PBNU untuk mengambil tindakan tegas terhadap para kader yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Permintaan ini dihembuskan dalam Forum Bahtsul Masail yang digelar di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, beberapa waktu lalu.

Para kiai muda, yang berkumpul di bawah bendera Gerakan Mahasiswa Nahdliyin (GMN), menilai bahwa kasus korupsi yang menjerat kader NU harus ditindak tegas sejalan dengan nilai-nilai luhur agama Islam dan etika moral dalam organisasi.

“Ulama dan tokoh agama memiliki perhatian besar terhadap kasus korupsi karena mencerminkan bentuk pelanggaran kepercayaan publik dan merugikan umat. Di dalam NU, korupsi dianggap pelanggaran berat dan bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah,” jelas Syaikhul Hadith Abdul Malik, salah satu ketua panitia Forum Bahtsul Masail.

Menurut panitia, Forum Bahtsul Masail ini menjadi ajang para cikal bakal ulama untuk mendiskusikan berbagai isu strategis yangUPDATE Aktualitas menengah-jauh di tengah umat dan organisasi NU. Pembahasan mengenai anti-korupsi menjadi fokus utama dalam forum ini mengingat maraknya berita kasus korupsi yang menengar narkoba terkait dengan oknum pengurus dan kader NU.

“Kita berharap dengan forum ini dapat memberikan energi bagi PBNU untuk selalu menjaga kredibilitasnya dan membersihkan diri dari segala bentuk korupsi,” lanjut Malik.

Para kiai muda sepakat bahwa PBNU perlu mengambil sikap tegas dan konsisten terhadap kader yang terlibat dalam tindak korupsi. Tindakan tegas tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga citra NU di mata masyarakat.

“Masyarakat akan semakin percaya dan menghargai NU jika mampu mengambil tindakan tegas terhadap kader yang melakukan korupsi,” ujar Miftahul Arifin, kiai muda dari Jakarta.

Dalam forum tersebut, GMN juga menaruh penekanan bahwa anti-korupsi harus menjadi visi dan misi PBNU ke depannya. Ini berarti bahwa fokus pada transparansi, akuntabilitas dan good governance harus diimplementasikan dalam setiap tingkatan organisasi.

“PBNU seharusnya menjadi teladan bagi umat dalam hal pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tegas Muhammad Faizal, kiai muda dari Jawa Barat.

GMN percaya bahwa kunci untuk membasmi korupsi dalam NU adalah penegakan hukum yang berpihak pada kebenaran dan keadilan. Selain itu, pendidikan dan moral yang kuat harus terus ditekankan kepada seluruh kader agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama dan organisasi.

Forum Bahtsul Masail ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi PBNU untuk mengambil langkah konkret dan nyata dalam memerangi korupsi, sehingga NU dapat terus menjadi organisasi yang terpercaya dan bermanfaat bagi umat.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us