Dokter: Batuk lama hingga berat badan turun bisa jadi gejala awal TBC
Dokter: Batuk Lama Hingga Berat Badan Turun Bisa Jadi Gejala Awal TBC
Batuk yang berkepanjangan, penurunan berat badan yang signifikan, dan demam yang tak kunjung reda bisa jadi tanda awal dari penyakit tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A, Subsp.Resp.
“Gejala awal TBC tidak selalu tampak jelas, namun beberapa tanda ini perlu diwaspadai,” ujar Dr. Nastiti. “Batuk yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu, disertai dengan cairan lendir berwarna hijau atau cokelat, bahkan berdarah, merupakan salah satu indikasi. Penurunan berat badan secara drastis, tanpa sebab yang jelas, juga patut dipertanyakan.”
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Selain batuk dan penurunan berat badan, Dr. Nastiti juga menjelaskan gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti:
Demam tinggi yang datang dan pergi: Gejala ini biasanya muncul di malam hari dan disertai dengan keringat malam.
Sesak napas: Terjadi ketika penderita kesulitan bernapas karena paru-paru mengalami iritasi atau infeksi.
Nyeri dada: Nyeri dada yang bersifat menusuk atau tertekan pada saat menarik napas bisa jadi menunjukkan adanya radang pada paru-paru.
Kelelahan yang berlebihan: Perkembangan TBC dapat menyebabkan kelelahan yang hebat dan sulit diatasi.
“Jangan menyepelekan gejala-gejala ini,” pesannya kepada masyarakat, “Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami salah satu gejala tersebut.”
Dr. Nastiti menegaskan pentingnya deteksi dini untuk mempetakkan penanganan yang lebih efektif.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan diagnostik seperti sputum culture serta tes radiografi, dokter dapat memastikan diagnosis TBC dan segera memulai pengobatan,” katanya. “Pengobatan TBC umumnya berlangsung selama enam bulan dengan regimen obat sistemik dan penting untuk dijalankan secara disiplin.”
Penanganan yang tepat dapat mencegah perkembangan TBC menjadi lebih serius dan mengurangi risiko penularan penyakit ini pada orang lain.
Pada anak-anak, TBC dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, kehadiran gejala serupa pada anak, seperti batuk berdarah, demam terus-menerus, perubahan nafsu makan dan penurunan berat badan, perlu segera diatasi.
Kesimpulannya:
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit serius yang dapat menyerang siapa saja, baik anak maupun dewasa. Gejala awal seperti batuk lama, penurunan berat badan, dan demam menjadi alarm penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat dan disiplin dalam merampungkan pengobatan dapat mencegah komplikasi dan penularan TBC pada orang lain.