JogjaJateng .com

Dokter sarankan penderita diabetes tetap berolahraga sebelum berbuka puasa

January 19, 2026 • Jogja jateng
Dokter sarankan penderita diabetes tetap berolahraga sebelum berbuka puasa

Dokter Sarankan Penderita Diabetes Tetap Berolahraga Sebelum Berbuka Puasa

Jakarta – Rutinitas berpuasa selama Ramadan dapat menjadi tantangan bagi penderita diabetes dan hipertensi. Namun, para ahli kesehatan menekankan bahwa aktivitas fisik tetap penting bahkan di bulan suci ini. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), menyarankan penderita diabetes dan hipertensi untuk tetap berolahraga minimal setengah jam sebelum berbuka puasa.

Menurut Dr. Inge, olahraga teratur dapat membantu mengelola gula darah dan tekanan darah. “Berolahraga sebelum berbuka puasa membantu merangsang sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif dalam menggunakan glukosa,” ujarnya pada Rabu (26/4/2023).

Selain itu, olahraga juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori yang dapat mencegah lonjakan gula darah setelah berbuka. Namun, perlu diingat bahwa tingkat intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing penderita.

“Intensitas olahraga yang disarankan untuk penderita diabetes dan hipertensi pada bulan Ramadan adalah ringan hingga sedang. Mereka bisa melakukan jalan cepat, yoga, atau senam aerobik,” terang Dr. Inge.

Konsultasi Ahli Sebelum Berolahraga
Meskipun olahraga bermanfaat, Dr. Inge menyarankan penderita diabetes dan hipertensi untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program olahraga baru.

“Konsultasi ini penting untuk menentukan jenis olahraga, durasi, dan intensitas yang tepat mengingat kondisi kesehatan masing-masing penderita,” paparnya.

Dokter juga akan membantu penderita mengidentifikasi obat-obatan atau tindakan medis lain yang perlu diperhatikan selama berolahraga, seperti memantau kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

Perencanaan Menu dan Hidrasi

Selain olahraga, perencanaan menu dan konsumsi cairan yang cukup juga sangat penting bagi penderita diabetes dan hipertensi di bulan Ramadan, kata Dr. Inge.

“Diet sehat dengan porsi sedang dan kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein rendah lemak diperlukan,” jelasnya.

Penting juga untuk memastikan hidrasi yang cukup sebelum, selama, dan setelah berpuasa. Penderita diabetes dan hipertensi disarankan untuk menghindari minuman manis dan bersoda, dan mengonsumsi air putih yang cukup.

“Pastikan mereka minum air putih secara teratur sepanjang hari, terutama saat sahur dan setelah berbuka,” tambahnya.

Kontrol Perjalanan Ramadan yang Sehat

Berikut beberapa tips tambahan bagi penderita diabetes dan hipertensi untuk menjalankan Ramadan dengan aman dan sehat:

  Pantau kadar gula darah secara teratur  :  Lakukan pemeriksaan gula darah sesuai petunjuk dokter untuk memastikan kontrol gula darah tetap stabil.
  Hindari perubahan pola pola makan yang ekstrem  :  Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari pola makan yang cepat dan berubah-ubah. 
  Istirahat yang cukup  :  Tidur yang cukup penting untuk mengatur keseimbangan hormon tubuh dan mengontrol gula darah.

Mengingat impasilitas kondisi diabetes dan hipertensi, protokol kesehatan, dan rencana individual sangat penting untuk memastikan perjalanan Ramadan yang sehat dan aman.

Dengan langkah-langkah pencegahan dan manajemen yang tepat, penderita diabetes dan hipertensi dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tetap menjaga kesehatan mereka.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us