Pemprov Jateng ajukan klaim asuransi usaha petani terdampak banjir
Pemprov Jateng Ajukan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi Terdampak Banjir
Semarang, 27 Maret 2023 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menindaklanjuti dampak banjir yang melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut dengan mengajukan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP). Klaim ini ditujukan untuk membantu para petani yang lahannya terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan dan Jepara.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa pendataan lahan padi yang terdampak banjir telah dilakukan oleh tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. “Tepatnya untuk daerah Kudus, Pati, dan Grobogan waktu itu. Data tersebut sudah dimasukkan ke dalam aplikasi SIAP yang digunakan untuk pengajuan klaim AUTP,” ujar Defransisco di Semarang, Senin.
Proses pendataan ini dilakukan secara rinci, mencatat luas lahan yang terdampak, jenis padi yang terancam, serta kondisi kerusakannya. Data-data tersebut kemudian disahkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan setempat sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam aplikasi.
“Klaim AUTP ini kami ajukan sebagai bentuk dukungan bagi para petani yang sedang terdampak bencana banjir,” ungkap Defransisco. Ia menjelaskan bahwa asuransi ini diharapkan dapat membantu meringankan kerugian yang dialami para petani dan memulihkan kembali kegiatan pertanian di wilayah terdampak banjir.
Tidak hanya mengajukan klaim, Pemprov Jawa Tengah juga telah melakukan upaya lain untuk membantu petani yang terdampak banjir. Salah satunya adalah dengan menyediakan berbagai bantuan berupa bibit padi baru, pupuk, dan sarana pertanian lainnya. Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong para petani untuk menanam varietas padi yang tahan terhadap banjir.
“Kami terus berupaya untuk memberikan dukungan maksimal bagi para petani sehingga mereka dapat cepat bangkit kembali dari dampak bencana ini,” tegas Defransisco.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menggandeng berbagai pihak terkait, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak kepolisian, untuk memastikan proses penanganan dampak banjir berjalan lancar dan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar dapat memberikan bantuan yang cepat dan tepat sasaran kepada para petani,” tambah Defransisco.
Tanggapan para petani terhadap upaya bantuan Pemprov Jateng beragam. Meskipun mengaku turut kehilangan akibat banjir, beberapa petani di wilayah Kudus menyatakan apresiasi atas langkah positif yang diambil oleh pemerintah.
“Kami terima kasih atasnya bantuan dari pemerintah, itu sangat membantu kita untuk memulihkan kembali lahan pertanian,” ujar salah satu petani di Kudus, Supardi.
Perlu diketahui, asuransi usaha tani padi (AUTP) merupakan program pemerintahan yang bertujuan untuk menjamin kerugian para petani akibat bencana alam, termasuk banjir. Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi para petani, sehingga mereka dapat terus menjalankan kegiatan pertanian dengan optimal.
Meskipun terdampak banjir, Pemprov Jateng optimis bahwa sektor pertanian di Provinsi Jawa Tengah tetap dapat bangkit dan kembali produktif.