Pemkab Jepara usulkan pemerintah pusat normalisasi sungai penyebab banjir
Pemkab Jepara Desak Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Dua Desa
Jepara, Jawa Tengah – Banjir kembali menghantam Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, dan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2023). Kabupaten yang terkenal dengan komoditas produk kerajinan ini menjadi lumbung beras namun kerap diguncang banjir setiap musim hujan datang. Kekeringan menjadi isu di musim kemarau, dan banjir polusi menjadi tuntutan di musim penghujan.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, langsung meninjau lokasi banjir dan mencatat sejumlah rumah warga terendam hingga 50 sentimeter. Menurut Ibnu Hajar, kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa normalisasi sungai di Jepara sangat mendesak.
“Salah satu sungai yang perlu segera dinormalisasi adalah Sungai Jratun Kaligawe. Sungai ini sejak 25 tahun terakhir belum pernah dilakukan pengerukan,” ujar Ibnu Hajar.
Ibnu Hajar menjelaskan, Sungai Jratun Kaligawe bermuara di Desa Sowan Kidul dan menjadi jalur aliran air dari sejumlah desa di hulu. Akumulasi sedimentasi akibat aliran sampah dan arus sungai yang terkendala menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap terjadi.
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) telah melakukan upaya-upaya mitigasi banjir di wilayah tersebut, seperti pembuatan tanggul dan drainase. Namun, menurut Ibnu Hajar, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif karena rawan meluap ketika musim hujan.
“Upaya yang telah dilakukan belum optimal. Penyebab utama banjir adalah karena sungai-sungai di Jepara sudah terbawa sedimentasi. Kaum konservasi alam tidak melakukan kerja sama yang baik, sehingga dasar sungai tertimbun dan kapasitasnya menurun,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjut Ibnu Hajar, akan segera mengusul ke pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai dalam skala besar.
“Kami berharap normalisasi sungai dapat segera dilakukan untuk mencegah banjir kembali terjadi dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Selain normalisasi sungai, Ibnu Hajar juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah banjir.
“(Normalisasi sungai) harus dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang baik. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan banjir tidak mengulang terjadi kembali,” tutupnya.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan masyarakat Jepara, namun lain sisi, banjir dan polusi menjadi pengganggu pentingnya kualitas pasiri. Tantangan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air di Jepara.