JogjaJateng .com

World enters era of ‘global water bankruptcy’

January 20, 2026 • Jogja jateng
World enters era of ‘global water bankruptcy’

Dunia Terjerumus dalam Era “Bank Kehabisan Air Global”

New York – Dunia telah melampaui krisis air dan memasuki era “bank kehabisan air global”, demikian pernyataan dalam laporan terkemuka baru yang dirilis oleh para peneliti PBB pada hari Selasa, 17 Januari 2023. Laporan ini, hasil penelitian dari kantor PBB untuk Kemanusiaan dan Lingkungan (UNCCD), memperingatkan tentang dampak serius dari penurunan sumber daya air global yang semakin intensif.

“Saat ini kita menghadapi sesuatu yang jauh lebih serius daripada krisis air. Alam telah mencatat kerugian yang besar, dan kita semakin mendekati titik kehabisan. Kita telah menegdaskan untuk menuju era ‘bank kehabisan air global’,” ujar Direktur Eksekutif UNCCD, Ibrahim Thiaw dalam siaran persnya.

Melalui riset mendalam, laporan tersebut mengungkap bahwa lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia saat ini hidup dengan kekurangan air bersih yang akut. Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai berimbas pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan masyarakat hingga keamanan pangan dan tenaga kerja.

Di Indonesia sendiri, permasalahan air menjadi tantangan yang cukup krusial. Laporan Badan pusat Statistik tahun 2021 menunjukkan bahwa angka ketersediaaan air bersih per kapita di Indonesia masih cukup rendah dibandingkan dengan standar internasional. Selain itu, wilayah-wilayah tertentu di Indonesia rentan terhadap kekeringan, yang diperparah oleh perubahan iklim dan kegiatan manusia yang semakin memburuk.

Kurangnya ketersediaan air bersih juga mengancam kelangsungan hidup ekosistem. Para ahli menilai bahwa degradasi lahan, defisit air tanah, dan pencemaran air yang terus meningkat akan berdampak pada biodiversitas dan ketahanan lingkungan secara keseluruhan.

Untuk mengatasi krisis air yang semakin mendesak, laporan tersebut mendesak dunia untuk melakukan tindakan serempak dan konkret. Beberapa rekomendasi yang diutarakan meliputi:

Peningkatan investasi   dalam infrastruktur penyediaan air dan sanitasi yang berkelanjutan.
Pengendalian dampak perubahan iklim    melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi terhadap kondisi iklim yang berubah.
Pengembangan teknologi    dan inovasi dalam pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat    tentang pentingnya konservasi air dan pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab.

Laporan PBB ini menjadi peringatan keras bagi setiap negara di dunia untuk memprioritaskan masalah air dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencegah bencana “bank kehabisan air global” tak terelakkan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us