Menko AHY: Pemerintah mulai bahas restrukturisasi keuangan Whoosh
Menko AHY: Pemerintah Mulai Bahas Restrukturisasi Keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kawasan, Agus Harimurti Yudhoyono , menyatakan bahwa pemerintah bersama stakeholder terkait telah memulai pembahasan mengenai restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Hal ini menyusul terjadinya lonjakan biaya proyek yang melampaui alokasi anggaran awal.
“Kami memang sedang mendalami dan mempelajari secara serius terkait restrukturisasi keuangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini,” ungkapnya pada awak media di Jakarta, Senin (27/2/2023).
Menurut Menko AHY, upaya restrukturisasi ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan proyek yang diproyeksikan mampu menghubungkan Jakarta dan Bandung dalam waktu 3,5 jam dengan kecepatan maksimal mencapai 350 km per jam.
“Tujuannya tentu agar konstruksi
proyek kereta cepat ini bisa terus berjalan sesuai rencana. Kita ingin memastikan proyek ini dapat dilanjutkan dan diresmikan seperti yang sudah direncanakan,” urainya.
Menko AHY menjelaskan bahwa situasi finansial proyek KCJB menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan lonjakan biaya konstruksi yang terjadi akibat berbagai faktor.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita bisa mengeluarkan sesuatu yang jelas terkait restrukturisasi ini,” katanya menambahkan.
Meski belum merincikan rencana restrukturisasi secara detail, Menko AHY menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek KCJB yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur mega yang menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia juga meyakini bahwa restrukturisasi ini akan dapat dilakukan secara terstruktur dan transparan.
“Kita akan melibatkan semua pihak terkait, khususnya pihak China, dalam proses restrukturisasi ini. Seluruh prosesnya akan dilakukan dengan transparan,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini mengharapkan agar publik dapat mendukung proses restrukturisasi keuangan KCJB agar proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan stakeholder terkait agar proyek ini dapat diwujudkan dengan optimal,” tutupnya.