Siapkan infrastruktur pemesanan tiket Lebaran, KAI lakukan migrasi sistem
Siapkan Infrastruktur Pemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk mempersiapkan infrastruktur pemesanan tiket yang handal selama musim Lebaran kali ini. Upaya tersebut diwujudkan melalui migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS), sistem yang menaungi seluruh layanan pemesanan tiket, baik untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun Kereta Api Lokal (KA dan KAI Commuter).
Pembukaan Lebaran tahun ini diperkirakan akan diramaikan oleh jutaan penumpang yang menggunakan jasa kereta api untuk mudik dan pulang kampung. Hal ini mendorong KAI untuk memastikan kesiapan sistem pemesanan tiket, agar masyarakat dapat dengan mudah dan lancar memesan tiket kereta api sesuai kebutuhan.
Pengerjaan migrasi RTS dijadwalkan berlangsung selama masa transisi, dengan target akhir pengerjaan mencapai kestabilan penuh sebelum puncak arus mudik Lebaran tiba. Selvinda, Subkoordinator Humas KAI Daops 1 Jakarta, menjelaskan, “Kami menyadari bahwa musim Lebaran merupakan momen penting bagi masyarakat dan menjadi periode penentu arus penumpang kereta api yang tinggi. Oleh karena itu, migrasi dan penguatan RTS ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman pemesanan tiket yang optimal bagi seluruh pengguna.”
Migrasi RTS ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sistem, tetapi juga untuk memperkenalkan fitur-fitur baru yang diharapkan dapat memudahkan dan memperjelas proses pemesanan tiket. Beberapa fitur baru yang hadir dalam sistem pemesanan yang diperbaharui ini Jogjajateng.com lain:
Pencarian tiket yang lebih intuitif: Pengguna dapat dengan lebih mudah mencari tiket kereta api yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk opsi filtering berdasarkan waktu keberangkatan, tujuan, dan harga.
Pembayaran yang lebih beragam: Diversifikasi metode pembayaran akan semakin memudahkan pengguna dalam menyelesaikan transaksi.
Pengaturan ulang reservasi dengan lebih praktis: Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengubah jadwal perjalanan, add-on penumpang, atau kelas kereta dengan lebih mudah dan efisien.
Dalam proses migrasi ini, KAI juga menekankan pentingnya transparansi dan komitmen untuk menjaga kelancaran operasional. Selvinda menambahkan, “Kami telah melakukan simulasi dan pengujian secara menyeluruh sebelum implementasi migrasi. Tim teknis kami siap siaga untuk memastikan kelancaran proses dan menangani kendala yang mungkin timbul selama masa transisi.”
sehinga, proses migrasi RTS ini diharapkan dapat meningkatkan kesesuaian sistem pemesanan tiket dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan pengalaman pemesanan yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi seluruh pengguna KAI.