Jenazah korban pesawat ATR terindentifikasi atas nama Deden Maulana
Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR Teridentifikasi sebagai Deden Maulana
Makassar, Sulsel – Dalam perkembangan terbaru terkait kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Selasa (7/3/2023), satu jenazah korban kini telah teridentifikasi.
Setelah melalui proses identifikasi melalui tes post mortem dan antemortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, jenazah tersebut akhirnya dipastikan atas nama Deden Maulana, salah seorang penumpang pesawat.
Kabar mengenaskan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, kepada media di Posko DVI. Ia juga menuturkan bahwa proses identifikasi terhadap jenazah-jenazah korban lainnya masih terus berlanjut.
“Identifikasi terhadap jenazah korban lainnya masih dilakukan secara bertahap dan memakan waktu. Tim DVI terpaksa bekerja keras dalam kondisi hujan dan cuaca mendung,” ujar Kombes Ibrahim Tompo.
Proses identifikasi dilakukan dengan teliti melibatkan pemeriksaan DNA dan data identitas prasarana seperti KTP, kartu SIM, dan barang-barang pribadi yang ditemukan di lokasi kejadian.
Sejumlah keluarga korban telah datang ke Posko DVI untuk menebus jasad orang-orang terkasih mereka. Pihak kepolisian berusaha memberikan pendampingan dan dukungan moral terbaik kepada keluarga korban selama proses identifikasi dan serah terima jasad berlangsung.
“Kami bekerja sama dengan tim medis dan psikolog untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban, baik secara teknis maupun psikologis,” ucap Ibrahim.
Pihak kepolisian juga telah menetapkan lima prosedur khusus dalam menangani proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ini. Prosedur tersebut meliputi:
- Pemoralan Identitas: Konsultasi dengan keluarga korban untuk mendapatkan informasi lengkap tentang identitas, ciri khas, dan kondisi kesehatan sebelum kejadian.
- Pemeriksaan Fisik: Melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah, mencatat ciri-ciri unik, dan mengidentifikasi bagian tubuh yang masih utuh.
- Pengambilan Sampel: Mengambil sampel DNA dan objek personal dari jenazah untuk diperiksa dan dibandingkan dengan data yang diberikan keluarga.
- Analisis DNA: Melakukan analisis DNA sampel yang diambil dari jenazah dan dijalankan oleh ahli laboratorium forensik.
- Verifikasi Identitas: Melakukan verifikasi identitas dengan membandingkan hasil analisis DNA dan data identitas yang diberikan keluarga korban.
Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung. Upaya yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan dan Tim DVI dari Polda Sulsel terus dilakukan secara maksimal demi memastikan semua korban dapat segera diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.