JogjaJateng .com

Syria: Renewed clashes risk derailing fragile transition

January 22, 2026 • Jogja jateng
Syria: Renewed clashes risk derailing fragile transition

Suriah: Kembali Bermulanya Benturan Ancam Transisi Fase Ketaatan

Damaskus, 22 Januari 2026 – Tensi Jogjajateng.com Pemerintah Suriah dan pasukan pimpinan Kurdi di wilayah timur laut negara itu meningkatkan kekhawatiran atas potensi ketegangan baru yang dapat kembali merenggut stabilitas yang tengah rapuh di selama penyelesaian konfrontasi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia juga menimbulkan ancaman terhadap upaya transisi menuju pemerintahan yang lebih demokratis dan berpihak pada rakyat.

Pernyataan waspada ini disampaikan para pejabat tinggi PBB kepada Dewan Keamanan pada hari Kamis (22/01). Mereka menekankan bahwa konflik terbaru di wilayah tersebut, yang melibatkan pertempuran sengit serta serangan udara, dapat mengganggu kemajuan yang dicapai dalam beberapa bulan terakhir.

Sentuhan Terhadap Perdamaian

Menurut seorang pejabat pemerintah Suriah yang berbicara secara anonim, pihak mereka terpaksa mengambil tindakan militer sebagai tanggapan atas “aksi provokatif dari pasukan bersenjata teroris,” mengacu pada kelompok-kelompok yang didukung oleh Amerika Serikat pada wilayah tersebut.

Pejabat tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Suriah terhadap ” penyelesaian damai yang inklusif.” Namun, ia menekankan bahwa “keamanan nasional harus tetap menjadi prioritas utama.”

Paositas Kurdi, yang mengendalikan wilayah strategis di timur laut Suriah, mengklaim tindakan militer Pemerintah Suriah merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya. Tencent Harms, perwakilan kelompok Kurdi dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan, menyatakan, “Kami terus mendorong solusi damai dan dialog, tetapi kita tidak akan membiarkan integritas wilayah kita terancam.”

Risiko Meluasnya Konflik

N Senin, 22 Januari, Dewan Keamanan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas krisis terkini di Suriah. Perwakilan negara-negara anggota berpendapat bahwa memicu kekerasan lebih lanjut akan mengacu balik pada ambisi menyambung kembali proses perdamaian yang sudah berjalan.

“Kita sedang melihat potensi bencana humaniter dan gangguan stability di wilayah yang selama ini relatif tenang,” ujar perwakilan delegasi Rusia kepada Dewan Keamanan. “Pergerakan pasukan militer dan serangan udara harus dihentikan seketika untuk mencegah terjadinya eskalasi yang tak terkendali.”

Masalah Rentan

Kondisi Suriah, yang telah diterpa konflik berlarut-larut selama lebih dari satu dekade, semakin rumit oleh faktor-faktor rentan seperti:

Krisis Ekonomi  : Suriah masih berjuang menghadapi hantaman ekonomi yang parah akibat perang dan sanksi ekonomi internasional. 
Pengungsi dan Petempur  : Negeri itu masih dihantui oleh jutaan pengungsi dan petempur yang kembali ke tanah air mereka setelah bertahun-tahun mengungsi akibat perang. 

Kesibukan mennua-merintah untuk memperkuat luput dari konflik internal dan meluruskan hubungan antar kelompok berlawanan semakin Gareth challenging pour tetap menjaga pertahanan, lalu mengatasi kebutuhan masyarakat yang mendesak.

Penjelasan Akhir

Pardessus segalanya, krisis terbaru di Suriah adalah pengingat yang keras akan kompleksitas tantangan penyelesaian konflik di negara tersebut. Pasca konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun, kebutuhan mendesak menciptakan situasi yang super sensitif dalam setiap perbentar tindakan. Dukungan internasional bagi dialog damai, bantuan kemanusiaan, dan solusi politik yang inklusif merupakan kunci untuk mengembalikan stabilitas dan merajut kembali mimpi harapan bagi warga Suriah.

Kelangsungan perdamaian di Suriah sangat penting, bukan hanya bagi rakyatnya sendiri, tetapi juga bagi keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah yang rentan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us