JogjaJateng .com

Ketika pelepah pisang mengantar UMKM ke pasar ekspor

January 22, 2026 • Jogja jateng
Ketika pelepah pisang mengantar UMKM ke pasar ekspor

Ketika Pelepah Pisang Mengantar UMKM Ke Pasar Ekspor

Kebumen, Jawa Tengah – Kepulangan ke kampung halaman kerap dipandang sebagai langkah mundur, namun bagi Novita Hermawan, keputusan pulang ke kampung halaman suami di Desa Selang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, justru menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Sebelum pandemi COVID-19, Novita bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta. Sang suami, Rudi Hermawan, berkarier di salah satu anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang telekomunikasi.

Ketika pandemi melanda, kontrak kerja Novita berakhir. Ia dan Rudi memutuskan untuk pulang ke Kebumen. Awalnya, Novita merasa bingung dan ragu. “Saat itu, semua aktivitas terasa terhenti. Saya merasa kehilangan arah,” ungkap Novita, .

Namun, situasi sulit ini justru menjadi momentum bagi Novita untuk mengeksplorasi potensinya di kampung halaman. Ia melihat bagaimana masyarakat di sekitar memiliki potensi kerajinan tangan berbahan dasar pelepah pisang yang sangat menguntungkan.

“Di sini, banyak seniman lokal yang membuat kerajinan dari pelepah pisang, tapi pemasarannya hanya lokal. Saya berpikir, ini bisa dikembangkan lebih jauh,” ujar Novita.

Rudi, yang mengenal bisnis telekomunikasi, membantu Novita mendirikan usaha marketing dan pemasaran online. Mereka memulai dengan membuat produk-produk kreatif dari pelepah pisang, seperti tas, dompet, dan aksesoris lainnya.

Novita pun belajar teknik membuat kerajinan dari pelepah pisang secara langsung dari para pengrajin lokal. Ia mempelajari berbagai variasi motif dan teknik desain untuk menciptakan produk-produk yang unik dan menarik.

“Saya ingin mengemas produk ini dengan desain yang modern, agar bisa diterima pasar global,” jelas Novita.

Langkah Novita dan Rudi membuahkan hasil. Bisnis kerajinan pelepah pisang mereka, yang diberi nama “Bunga Rambutan,” mulai menarik perhatian pembeli dari luar daerah, bahkan mancanegara. Kerja keras mereka membuat “Bunga Rambutan” terdampak positif tidak hanya pada bisnis mereka, tetapi juga pada perekonomian masyarakat desa setempat.

“Dengan adanya program ini, saya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk beberapa warga desa.” kata Rudi.

Novita menekankan, suksesnya umkm ini bukan hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga strategi pemasaran yang tepat. “Ini zamannya digital marketing. Kita harus tahu bagaimana cara menjangkau konsumen di berbagai platform online,” ujarnya.

Kesimpulan

Kisah Novita dan Rudi menunjukkan bahwa kepulangan ke kampung halaman dan pemanfaatan potensi lokal tidak hanya bisa menjadi jalan keluar, tetapi juga peluang untuk membangun bisnis yang sukses. Dengan kreativitas, kerja keras, dan strategi pemasaran yang tepat, “Bunga Rambutan” membuktikan bahwa UMKM mampu menggo Internasional.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us