UN Peacekeepers and Associated Personnel Killed in Malicious Attacks in 2025
Pasukan Pemjaga Perdamaian PBB dan Staf Ditarget Serangan jahat di Tahun 2025
New York, 23 Januari – Komite Independen Uni Eropa untuk Keamanan dan Kemandirian Layanan Sipil Internasional mencatat setidaknya 21 staf PBB dibunuh dalam serangan yang disengaja di tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 12 pasukan pemeliharaan perdamaian, dan sembilan staf sipil.
Melansir perkiraan dari sumber yang terpercaya, peningkatan jumlah serangan terhadap pasukan pemeliharaan perdamaian PBB ini merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan. Serangan ini terjadi di berbagai lokasi pengoperasian PBB, menunjukkan meningkatnya bahaya yang dihadapi pasukan UNAMID dalam menjalankan tugasnya untuk melandasi perdamaian dan stabilitas di negara-negara yang sedang konflik.
Menurut Komite Independen Uni Eropa, serangan-serangan terhadap staf PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hukum humaniter. Hukum internasional melarang penyerangan terhadap warga sipil dan personel PBB yang sedang menjalankan tugasnya dalam menjaga perdamaian di wilayah konflik.
“Kejadian ini merupakan tragedi bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan, bagi personel PBB, dan bagi seluruh masyarakat internasional,” ujar Juru Bicara Komite Independen Uni Eropa. “Kita mempertanyakan semua pihak yang terlibat dalam serangan terhadap pasukan pemeliharaan perdamaian PBB untuk segera hentikan tindakan barbar mereka.”
Kematian beberapa pasukan pemeliharaan perdamaian PBB menandakan penuruan semangat untuk bertugas di wilayah konflik. Penting bagi dunia internasional untuk menyelidiki setiap serangan dan memastikan pelaku dihukum guna menghidupkan kembali kepercayaan terhadap sistem perdamaian PBB dan mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi seluruh personel yang bertugas.
Iskandar Wahab, Direktur Eksekutif ASEAN Human Rights Commission, menekankan perlunya solusi kemanusiaan untuk situasi ini.
“World meminta Masyarakat Internasional untuk bersatu dan mendorong penegakan perdamaian melalui dialog dan diplomasi. Serangan terhadap pasukan pemeliharaan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap perdamaian dan keamanan global. Kita mendesak Komite Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas untuk melindungi personelnya dan untuk memastikan terwujudnya keadilan bagi para korban,” ujar Wahab.
Serangan terhadap staf PBB menjadi pengingat bagi pemerintah-pemerintah dan aktor-aktor global untuk meningkatkan upaya-upaya dalam menjaga keamanan dan keselamatan personel PBB di seluruh dunia. Selain itu, penting juga untuk membangun mekanisme perlindungan yang lebih kuat untuk pasukan pemeliharaan perdamaian PBB agar mereka dapat menjalankan tugasnya secara efektif dalam membawa perdamaian dan stabilitas kepada dunia.
PBB terus bergerak untuk memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga yang kehilangan anggota mereka dan mendukung para korban perjalanan panjang dan konstruksi perdamaian.