Kawasan wisata Guci berstatus tanggap darurat akibat banjir bandang
Kawasan Wisata Guci Berstatus Tanggap Darurat Akibat Banjir Bandang
Tegal, Jawa Tengah – Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan objek wisata Guci. Penetapan status darurat ini menyusul peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu, (11/03). Banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan dan fasilitas di kawasan wisata yang selama ini menjadi favorit wisatawan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M. Afifudin mengatakan bahwa status darurat ini merupakan langkah awal dalam penanganan cepat dan efektif terhadap dampak bencana yang terjadi. “Kami memastikan upaya pemulihan dan bantuan dari pemerintah daerah akan dimaksimalkan untuk memulihkan kondisi kawasan wisata Guci,” ungkap Afifudin saat dihubungi di Tegal.
Beberapa akses jalan utama menuju kawasan wisata Guci terdampak terhambat akibat banjir dan material longsor. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan akses bagi para wisatawan maupun warga setempat menjadi sulit.
Selain kerusakan infrastruktur, banjir bandang juga mengakibatkan beberapa prédio di kompleks Guci mengalami kerusakan, termasuk fasilitas penunjang wisata seperti cottages, restoran, dan area parkir.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tegal, TNI, Polri, dan relawan sudah melakukan upaya evakuasi dan membersihkan area terdampak banjir.
“Kami terus lakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan pasokan logistik dan kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak terpenuhi. Sejumlah titik posko bantuan juga telah dibuka di lokasi yang strategis untuk melayani warga dan wisatawan yang membutuhkan,” jelas Afifudin.
Pemerintah Kabupaten Tegal juga menghimbau kepada wisatawan untuk menunda perjalanan menuju Kawasan Guci hingga kondisi kembali normal. “Pertimbangan ini dilakukan untuk keselamatan dan keamanan para wisatawan sendiri. Kita akan terus memantau perkembangan situasi dan menginformasikan kembali melalui saluran resmi terkait pembukaan kembali akses ke kawasan tersebut,” ujar Afifudin.
Penetapan status tanggap darurat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan kawasan wisata Guci. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memulihkan seluruh kerusakan dan memastikan kawasan wisata Guci dapat beroperasi kembali normal dalam waktu cepat.
Kawasan wisata Guci memang dikenal dengan keindahan alamnya yang menyuguhkan air terjun, air panas, dan pemandangan pegunungan hijau. Seringkali masyarakat menyebutnya sebagai “Bromo Karanganyar”. Pemandangan alam yang memukau ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Namun, peristiwa banjir bandang ini menjadi pengingat bagi wisatawan dan pengelola wisata tentang pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan aspek keamanan dalam menjalani kegiatan wisata. Pemerintah daerah juga perlu terus melakukan upaya mitigasi bencana dan meningkatkan infrastruktur untuk meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.