JogjaJateng .com

Is the US Board of Peace Aimed at Undermining the UN?

January 26, 2026 • Jogja jateng
Is the US Board of Peace Aimed at Undermining the UN?

Apakah Dewan Perdamaian AS Mempunyai Agenda Menggeser PBB?

Jakarta, 26 Januari – Ditubuhkan oleh Presiden Donald Trump, Dewan Perdamaian (Board of Peace) memunculkan tanda tanya besar di dunia internasional. Apakah organisasi ini yang secara resmi dibentuk di Davos, Swiss, seminggu lalu, sebagai jawaban atas kelemahan PBB dalam menjaga perdamaian global?

Penubuhan Dewan Perdamaian mendapat respons beragam. Pengamat mencatat beberapa lintasan sekaligus dari Amerika Serikat mengenai peran Dewan Perdamaian ini. Di satu sisi, White House menekankan komitmen AS terhadap peran sentral PBB dalam menjamin keamanan global. Di sisi lain, banyak pihak melihat Dewan Perdamaian ini sebagai alternatif yang potensial, bahkan mungkin pengganti Badan Dewan Keamanan PBB.

Beberapa elemen dalam struktur dan mandat Dewan Perdamaian yang menimbulkan kekhawatiran ini Jogjajateng.com lain:

Komposisi anggota:   Badan ini  dibentuk dengan partisipasi negara-negara  pemimpin dunia, di luar organisasi inter-negara seperti PBB. Terdapat pertanyaan apakah Dewan Perdamaian akan menjadi forum tertutup yang dibentuk untuk kepentingan negara-negara tertentu.

Mandat dan fungsi:   Walaupun penekanan utama Dewan Perdamaian adalah pada diplomasi dan penyelesaian konflik damai, skeptis melihat ambiguitas dalam mandat dan fungsi Dewan Perdamaian.  Apakah Dewan Perdamaian akan memiliki otoritas yang sama, bahkan melebihi PBB dalam menangani konflik?

Pengaturan dan kepemimpinan:   

Struktur dan kepemimpinan Dewan Perdamaian masih belum sepenuhnya transparan. Kekhawatiran muncul mengenai dominasi AS dalam pengambilan keputusan dan potensi adanya pengaruh kuat terhadap agenda dan kebijakan Dewan.

Sejumlah analis internasional menekankan pentingnya PBB dalam peranannya sebagai forum perdamaian global. “PBB adalah pilar penting dalam sistem multilateral. Struktur dewan keamanan yang multi-lateral bersifat penting dalam menyeimbangkan kepentingan negara-negara,” ujar ahli hubungan internasional Dr. Budiman.

Saat ini, PBB tengah menghadapi kritik atas kinerja dan kelemahannya dalam mengatasi berbagai konflik global. Namun, Dr. Budiman menambahkan, penciptaan organisasi alternatif seperti Dewan Perdamaian, tanpa menyertakan perdebatan mendalam mengenai reformasi PBB, justru dapat memperparah situasi dan polarisasi di dunia internasional.

Menyusuri dinamika gejolak global dan ketegangan geopolitik, penting bagi közimunitas internasional, khususnya PBB, untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi kelemahannya dan membangun sistem tata dunia yang adil dan berkelanjutan. Ia menambahkan, “Reformasi internal PBB, dengan memperkaya partisipasi negara-negara berkembang dan memperkuat mekanisme perdamaian, menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas dunia”.

Apakah Dewan Perdamaian akan menjadi solusi untuk krisis sistem multilateral atau justru memperburuknya? Jawabannya masih menjadi tanda tanya besar, yang hanya waktu yang akan menjawab.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us