Komisi VIII DPR menyoroti kondisi psikis korban Longsor Cisarua
Komisi VIII DPR Meyakini Kondisi Psikis Korban Longsor Cisarua Membutuhkan Bantuan Profesional
Badung Barat, Jawa Barat – Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Atalia Praratya, menyoroti kondisi psikis korban tragedi longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia menekankan perlunya penanganan serius terhadap trauma emosional yang dialami para korban, yang terpicu oleh hilangnya orang tercinta dalam bencana tersebut.
Kunjungan Atalia ke lokasi kejadian dan tenda pengungsian yang ditempati korban pada Selasa (14/3) bertujuan untuk melihat langsung kondisi warga pasca bencana. Ia mendapati banyak korban yang membutuhkan bantuan psikologis untuk mengatasi duka dan ketakutan yang mendalam.
“Saya melihat ada banyak anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma. Bautista, pengungsir yang tidak hanya kehilangan keluarganya tetapi juga rumah dan harta benda mereka,” ujar Atalia saat menyapa korban di tenda pengungsian.
“Kehilangan dan kehilangan materi bisa jadi trauma yang mendalam bagi mereka. Pemerintah harus serius dalam menangani dampak psikologisnya dengan melibatkan profesional seperti psikolog dan psikiater,” tambahnya menegaskan.
Atalia juga menyoroti kebutuhan mendesak korban yang berada di tenda pengungsian, seperti akses kesehatan, makanan, air bersih, dan tempat yang layak untuk beristirahat. Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera memenuhi kebutuhan dasar para korban dan memberikan dukungan yang memadai selama masa pemulihan.
“Kita harus memastikan bahwa kebutuhan dasar mereka terpenuhi, termasuk akses ke tempat tinggal yang layak, makanan bergizi, dan layanan kesehatan yang memadai,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan sinergi Jogjajateng.com berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan donatur untuk memberikan bantuan yang efektif dan terarah kepada korban longsor Cisarua.
“Sinergi antar lembaga sangat penting dalam penanganan bencana. Kita harus bekerja sama untuk memberikan bantuan yang paling dibutuhkan oleh para korban,” pungkas Atalia Praratya.
Kunjungan Atalia ke lokasi kejadian dan tenda pengungsian menunjukkan peka terhadap dampak bencana di Cisarua yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga psikologis. Semoga perhatian Komisi VIII dapat mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memberikan bantuan yang holistik dan berkesinambungan bagi korban longsor tersebut.