Menkeu yakin BI mampu kendalikan nilai tukar rupiah tahun 2026
Menkeu Yakin BI Mampu Kendalikan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2026
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimis bahwa Bank Indonesia (BI) memiliki kapabilitas untuk mengelola dan mengendalikan fluktuasi nilai tukar rupiah pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Menkeu menyusul penguatan nilai tukar rupiah yang relatif stabil akhir-akhir ini.
“Pemerintah optimis bahwa BI mampu melakukan pengendalian nilai tukar rupiah di tahun 2026, terutama dengan catatan memangkas defisit transaksi berjalan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat fundamental ekonomi,” ujar Menkeu Purbaya.
Menurutnya, beberapa indikator ekonomi positif menunjukkan potensi yang kuat bagi BI untuk mencapai target tersebut. Perbaikan kinerja ekspor, peningkatan investasi, serta daya saing yang semakin meningkat dari berbagai sektor menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah telah menunjukkan tren penguatan, mencatatkan level Rp16.768 per dolar AS pada [Tanggal]. Pencapaian tersebut diklaim lebih rendah dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya yang menunjukkan tren menguatnya perekonomian Indonesia
“Pada tahun 2023, kita melihat ada beberapa putaran ekonomi positif yang menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadap perubahan geopolitik dan ekonomi global,” ungkap Menkeu Purbaya, “BI terus melakukan berbagai langkah strategis yang terukur, Jogjajateng.com lain intervensi pasar valuta asing (forex), meningkatkan suku bunga, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.”
Menkeu Purbaya juga menekankan pentingnya peran semua pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah. Di Jogjajateng.comnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, mentransformasi struktural ekonomi, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah adalah tujuan bersama yang harus kita perjuangkan bersama. Kami percaya, dengan upaya yang sinergis, Indonesia dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Kesimpulan:
Pernyataan optimis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Bank Indonesia dalam mengelola nilai tukar rupiah pada tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh beberapa indikator positif perekonomian Indonesia yang menunjukkan potensi kuat untuk mencapai stabilitas moneter.
Penguatan rupiah di tengah fluktuasi ekonomi global menjadi bukti langkah-langkah strategis yang dilakukan BI, dan pemerintah berharap sinergi semua pihak dapat mendukung stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di masa depan.