Menpora siapkan opsi ambil alih federasi untuk atasi dualisme
Menpora Siap Ambil Alih Federasi untuk Atasi Dualisme
Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan kesiapannya untuk mengambil alih penuh pengelolaan federasi olahraga yang masih terpecah belah oleh dualisme kepengurusan. Sikap tegas ini diambil sebagai upaya serius menyelesaikan masalah yang bukan hanya menghambat kemajuan olahraga nasional, tetapi juga mencemarkan nama baik Indonesia di kancah internasional.
Dualisme kepengurusan federasi, menurut Menpora, telah berlangsung terlalu lama dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai siapa yang berwenang mengendalikan dan memimpin organisasi olahraga tersebut. Kondisi ini, tambahnya, dianggap tidak profesional dan berdampak negatif terhadap prestasi atlet Indonesia.
“Kita tahu dualisme di beberapa federasi ini sudah berlangsung lama. Kita sudah coba lakukan mediasi dan musyawarah, tapi belum membuahkan hasil yang signifikan. Maka, sebagai bentuk langkah tegas, kita siap mengambil alih penuh,” ujar Menpora Amali kepada awak media di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Menpora Amali menekankan, langkah mengambil alih federasi bukanlah sesuatu yang diinginkan. Hal ini merupakan pilihan terakhir setelah upaya mediasi dan komunikasi intensif gagal menghasilkan solusi damai.
Dalam proses pengambilalihan nanti, Menpora Amali memastikan akan melibatkan lembaga terkait seperti KONI (Komite Nasional Olimpiade) dan PB (Pengurus Besar) olahraga yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk membentuk pengelolaan yang bersih, akuntabel, dan profesional.
“Insya Allah, pengambilalihan ini akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kita tetap melibatkan semua pihak yang terkait untuk memastikan proses ini berjalan lancar dan untuk kebaikan olahraga nasional,” ujar Menpora.
Pihak Menpora juga akan menerapkan standar dan kriteria yang ketat bagi kepemimpinan baru yang akan ditunjuk. Pilihannya akan difokuskan pada orang-orang yang memiliki integritas tinggi, pengalaman di bidang olahraga, serta komitmen kuat untuk memajukan prestasi olahraga Indonesia.
Selain mengambil alih, Menpora Amali juga menjelaskan banyak program untuk mencegah dualisme di federasi olahraga di masa depan. Program ini Jogjajateng.com lain:
Peningkatan kapasitas dan literasi kepemimpinan di federasi. Menpora Amali berencana untuk menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk pengurus federasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi mereka dalam mengelola organisasi olahraga.
Penguatan peran Pemerintah dalam mengawasi dan membimbing federasi. Menpora Amali bertekad untuk lebih aktif dalam memantau kinerja federasi dan memberikan bimbingan agar mereka dapat berjalan dengan baik dan transparan.
Pembinaan regulasi dan tata kelola organisasi olahraga yang lebih ketat. dimana Menpora Amali dan timnya akan merancang regulasi yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya dualisme kepengurusan di masa mendatang.
Menpora Amali optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan membawa kemajuan bagi olahraga nasional dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kuat di kancah olahraga dunia. Beliau berharap dualisme di federasi olahraga segera teratasi dan semua pihak dapat fokus membangun prestasi olahraga Indonesia.
“Kami berharap dengan langkah tegas ini, kita dapat menciptakan olahraga yang bersih, akuntabel, dan profesional,” pungkas Menpora Amali.