Independent experts alarmed by child rights violations in US immigration procedures
Pakar Independen Kecemas dengan Pelanggaran Hak Anak dalam Proses Imigrasi AS
Genewa, 27 Januari 2024: Pakar independen hak asasi manusia yang ditunjuk oleh PBB telah menyampaikan kekecewaan atas pelanggaran hak-hak anak yang terjadi selama proses imigrasi di Amerika Serikat. Kecemasan ini muncul hampir setahun setelah pendanaan federal untuk pengwakili hukum bagi anak-anak tidak berpendampingan dihentikan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, para pakar menekankan bahwa pemutusan pendanaan tersebut telah mengakibatkan anak-anak imigran semakin rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, dan pelanggaran hak lainnya. Mereka memperingatkan situasi ini bertentangan dengan konvensi internasional yang melindungi hak anak.
“Pemutusan pendanaan bagi pengwakili hukum untuk anak-anak tidak berpendampingan adalah tindakan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap anak-anak yang sangat rentan,” kata Belkis Wille, seorang pakar independen PBB mengenai hak-hak anak. “Mereka kehilangan akses terhadap bantuan hukum yang diperlukan untuk menjamin hak mereka, termasuk hak untuk perlindungan, hak untuk pendidikan, dan hak untuk reunifikasi keluarga.”
Para pakar independen melaporkan bahwa banyak anak imigran yang dipisahkan dari orang tua mereka selama proses imigrasi. Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran akan praktik penjara untuk anak-anak yang tidak berpendampingan, di mana kondisi penahanan dilaporkan buruk dan melanggar standar hak asasi manusia.
Mereka juga menunjukkan bahwa anak-anak imigran menghadapi penundaan dalam proses pengadilan dan kesulitan mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mental yang dibutuhkan.
“Anak-anak imigran berhak atas perlindungan penuh dan gangguan semaksimal mungkin bagi proses mereka yang mereka lalui,” ujar Lisong Liu, seorang pakar independen PBB mengenai hak oligarki. “Pemerintah Amerika Serikat harus segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa hak-hak anak dihormati selama seluruh proses imigrasi.”
Pakar independen mendesak pemerintah AS untuk:
Memulihkan pendanaan untuk pengwakili hukum bagi anak-anak tidak berpendampingan.
Menghentikan praktik penahanan anak-anak imigran.
Memastikan akses yang layak terhadap layanan kesehatan mental dan dukungan bagi anak-anak imigran.
Menerapkan mekanisme yang transparan dan akuntabel untuk memastikan hak-hak anak dihormati selama proses imigrasi.
Para pakar menekankan bahwa pelanggaran hak anak merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan perundang-undangan internasional. Mereka menegaskan kembali komitmen PBB terhadap perlindungan anak dan menyerukan kepada pemerintah AS untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan praktik-praktik yang merugikan anak-anak imigran.