Bruce Springsteen Condemns ‘King Trump’s Private Army’ in ICE Protest Song Dedicated to Minneapolis
Bruce Springsteen Kritik Ketat Kepolisian Imigrasi AS dalam Lagu Baru
Sang legenda musik Amerika, Bruce Springsteen, baru saja merilis lagu baru berjudul “Streets of Minneapolis” yang menyuarakan kecamannya terhadap kebijakan imigrasi ketat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump dan insiden fatal yang melibatkan agen ICE di Minneapolis.
Lagu ini didedikasikan kepada penduduk Minneapolis, warga imigran yang tak bersalah, dan mengenang Alex Pretti dan Renee Good, dua individu yang tewas ditembak oleh agen federal dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu.
Dalam lagu tersebut, Springsteen menyanyikan lirik-lirik yang keras mengkritik pemerintahan Trump, menyebutnya “Rakyat Trump yang berpakaian seragam” yang ditempatkan di Minneapolis untuk menegakkan hukum dengan penuh kekerasan. Springsteen menyiratkan bahwa tindakan ini didasari penyalahgunaan wewenang dengan chrous yang berulang, “Jika kulitmu hitam atau coklat, teman / Kamu bisa ditanyai atau dievakuasi tanpa ragu”.
Lirik lain merujuk pada klaim pemerintah yang menyatakan agen bertindak dalam keadaan bertahan hidup ketika menembak Good dan Pretti. Springsteen menyebut klaim tersebut sebagai “kitalah kotor” yang diutarakan oleh kemitraan Stephen Miller dan Menteri Pertahanan Dalam Negeri Kristi Noem.
Penyanyi tersebut juga mengkritik rasisme yang dipicu oleh kebijakan imigrasi ketat, menuduh pemerintah menargetkan individu berdasarkan ras dan etnis. Springsteen menekankan tragedi ini dengan merujuk pada video kejadian yang menurutnya bertentangan dengan keterangan resmi dari para pejabat federal.
Lagu ini merupakan salah satu bentuk kritik Springsteen terhadap kebijakan imigrasi Trump sejak tahun 2016. Ia telah secara terbuka menyatakan keprihatinan dan kekecewaannya terhadap pemerintahan Trump, menyebutnya sebagai pemerintahan yang korup, tidak kompeten, dan berkhianat.
Munculnya lagu-lagu protes serupa dari musisi lain seperti Zach Bryan dan Billie Eilish menunjukkan semakin kuatnya suara penolakan terhadap kebijakan imigrasi pemerintah Trump di kalangan artis.
Springsteen menyajikan lagu ini sebagai sebuah panggilan untuk mengakhiri praktik imigrasi keras dan kekerasan yang dilakukan oleh ICE. Chant “ICE out” yang diulang berulang saat lagu berakhir menjadi sebuah pernyataan kuat untuk mendesak perubahan kebijakan.