‘We’re Not Surrendering’: Homan Vows to Continue Minneapolis Operation, But Says It Will be ‘Safer’
‘Kami Tidak Menyerah’: Homan Janji Melanjutkan Operasi di Minneapolis, Tapi Janji Lebih ‘Aman’
Minneapolis, – Tom Homan, penasihat utama Presiden Donald Trump untuk isu imigrasi, menyatakan akan menarik sebagian besar staf petugas imigrasi federal dari Minnesota menyusul kontroversi besar karena dua penembakan yang menyebabkan kematian akibat petugas imigrasi federal di Minneapolis.
Homan, yang juga merupakan mantan kepala sementara Pemeriksa Bea dan Kebudayaan (ICE), mengatakan kepada wartawan di Minneapolis pada Kamis (28/12) bahwa ia telah bertemu dengan Gubernur Minnesota Tim Walz, Jaksa Agung negara bagian Keith Ellison, dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, yang semuanya telah secara terbuka mengkritik keputusan Trump untuk mengerahkan petugas imigrasi bersenjata penuh dan mengenakan topeng untuk melakukan penangkapan di jalanan.
“Saya tidak berada di sini karena pemerintah federal telah menjalankan misinya dengan sempurna,” ujar Homan. “Presiden Trump dan saya telah mengakui bahwa perbaikan-perbaikan tertentu dapat dilakukan— itu yang sedang saya lakukan di sini.”
Ia menegaskan bahwa operasi akan dijalankan dengan cara yang “lebih aman dan lebih efisien, sesuai prosedur.” Pernyataan tersebut tampaknya merupakan kritik tersirat terhadap kepemimpinan komandan Border Patrol, Gregory Bovino, yang secara terbuka mendukung taktik yang keras dan dilaporkan telah dipindahkan dari negara bagian tersebut.
Homan menyatakan telah meminta rencana untuk memulai penarikan besar-besaran petugas imigrasi federal dari Minnesota. Ia tidak menyebutkan kapan penarikan akan dimulai atau berapa banyak dari gelombang petugas ICE dan Customs and Border Protection (CBP) yang akan tetap berada di sana. “Saya memiliki staf dari CBP dan ICE yang sedang mengerjakan rencana penarikan. Bagaimana bentuknya berdasarkan kerja sama? Bagaimana bentuknya berdasarkan jumlah target yang kita tinggalkan untuk ditemukan?” tuturnya kepada wartawan, menunjukkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung di balik layar.
Homan menghubungkan penarikan pasukan imigrasi federal di negara bagian tersebut dengan kemampuan ICE untuk melakukan penangkapan di penjara dan tempat pemasyarakatan. Ia mengatakan bahwa banyak penangkapan tersebut sudah terjadi dan menyatakan harapannya untuk memperluas kerjasama tersebut. “Saya ingin menekankan bahwa sistem penjara negara bagian Minnesota di bawah departemen koreksi telah menghormati detainer ICE, dan kami sangat menghargai kolaborasi penting tersebut dan kami akan memperluasnya – keputusan ini telah membuat Minnesota lebih aman,” ujarnya.
Homan menekankan bahwa petugas ICE dan CBP menjalankan tugasnya dalam lingkungan yang menantang dan situasi yang berat, namun mereka berusaha melakukannya dengan profesional.
“Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan ditindak – seperti lembaga federal lainnya, kami memiliki standar perilaku,” tuturnya.
Ia berargumen bahwa penangkapan lebih banyak orang di penjara dan tempat pemasyarakatan akan memungkinkan agen imigrasi untuk melakukan penangkapan yang lebih “terarah” terhadap orang yang berada di Amerika Serikat tanpa izin. Homan juga menyatakan bahwa orang-orang yang tidak memiliki catatan kriminal, tetapi berada di AS tanpa izin, masih akan ditangkap jika bertemu dengan ICE.
“Jika Anda berada di negara ini secara ilegal, Anda tidak pernah luput dari penangkapan,” tegasnya.
Kontroversi di Minneapolis tersebut memicu pertanyaan tentang penggunaan kekuatan petugas imigrasi federal dan perluasan taktik penangkapan di jalan.