How Yerin Ha Became the Belle of Bridgerton’s Ball
Bagaimana Yerin Ha Menjadi Pesona di “Bridgerton”
Yerin Ha tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi pemeran utama dalam sebuah serial romansa. Apalagi serial populer seperti “Bridgerton”, yang dikenal dengan nuansa Regency-era dan kisah cinta yang dramatis. Penghargaan atas peran Tiffany dalam “Halo” dan penampilannya di “Dune: Prohecy” telah memberi Ha popularitas di dunia akting, namun “Bridgerton” menjadi tonggak besar dalam karirnya. Ia memerankan Sophie Baek, karakter baru yang tidak hanya menjadi wanita Asia pertama di serial ini, tetapi juga wanita Asia pertama yang memimpin sebuah musim.
Ha merasa terinspirasi oleh Sophie, karakter yang berani dan cerdas meskipun menghadapi trauma di masa lalu. Ia juga melihat refleksi dirinya sendiri dalam Sophie, seorang anak perempuan dari keluarga imigran Korea yang mendambakan kesempatan dan pembebasan diri dari tekanan sosial. “Sophie tahu nilai dirinya, dia tidak langsung mengatakan ya pada semua keinginan orang lain,” ujar Ha.
Perjalanan Ha menuju peran Sophie dimulai ketika ia membaca novel ketiga “Bridgerton”, “An Offer From a Gentleman.” Ia langsung terpesona dengan kepribadian Sophie yang tangguh dan kuat. Ia pun bertekad untuk memerankan karakter tersebut.
Proses casting Sophie berbeda dengan Simone Ashley yang berperan sebagai Kate Sharma di musim kedua. CAPE (Coalition of Asian Pacifics in Entertainment) terlibat untuk memastikan representasi yang otentik dan menghindari stereotip. Ha menegaskan, Sophie bukanlah karakter yang didominasi oleh identitasnya sebagai orang Korea. Ia tumbuh di Inggris dan hubungannya dengan budaya Korea menjadi bagian kecil dari karakternya.
Meski demikian, Ha sadar bahwa peran Sophie memberikan peluang besar baginya untuk mewakili peran wanita Asia yang kuat dan kompleks. Ia melihatnya sebagai sebuah langkah maju dalam industri film dan televisi. “Sejujurnya, semakin sering kita melihat perwakilan yang beragam, semakin mudah bagi generasi mendatang untuk membayangkan diri mereka sendiri dalam peran yang sama,” ujar Ha.
Ha juga merasa sangat terbantu dengan dukungan Simone Ashley, pemeran Kate Sharma di musim kedua. Ashley memperlihatkan rasa dukungan dan saran yang besar bagi Ha, seiring dengan perasaannya yang masih merambat sebagai seorang aktris yang baru memulai di dunia Hollywood.
Perjalanan Yerin Ha dalam “Bridgerton” menjadi bukti kekuatan representasi dan keberanian untuk mengeksplorasi cerita yang lebih beragam. Sebagai pemimpin pertama di Jogjajateng.com karakter wanita Asia, Sophie Baek menorehkan sejarah baru di serial “Bridgerton” dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi aktris perempuan Asia di industri perfilman.