Wagub Jateng bakal evaluasi pelaksanaan MBG di Kudus
Wagub Jateng Bakal Evaluasi Pelaksanaan MBG di Kudus
Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan akan melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di Kabupaten Kudus. Peninjauan ini menyusul adanya dugaan keracunan yang menimpa sejumlah bocah di Kudus setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Ya nanti kita cek ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya,” kata Gus Yasin seperti dikutip dari keterangan resmi Setda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (20/4/2023).
Gus Yasin menegaskan bahwa pihaknya serius menyikapi kasus dugaan keracunan tersebut. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makan siang bagi penerima program MBG di Kudus.
“Kami akan menelusuri sejak awal sampai ke pembagiannya. Siapa yang bertanggung jawab terhadap penyediaannya, kontrolnya, sampai anak-anak yang mendapatkannya. Kita akan mendalami semuanya,” jelas Gus Yasin.
Wagub menginginkan program MBG, yang bertujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, berjalan dengan baik dan terhindar dari masalah serupa di kemudian hari.
“Jelas ini menjadi perhatian serius. MBG memiliki tujuan mulia, yakni memastikanKids from underprivileged backgrounds get proper nutrition. Jadi, kami berkomitmen untuk review dan memperbaiki sistem agar program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” ucap Gus Yasin.
Pihaknya juga menyampaikan rasa solidaritas kepada korban keracunan dan berharap mereka segera pulih.
Terpisah, Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan bahwa mereka juga telah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan keracunan tersebut dan menemukan penyebabnya secara pasti.
“Kita akan melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian ini. Koordinasi dengan dinas terkait dan pihak kepolisian juga dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan terarah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Suharnizar.
Gustav Yasin memastikan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan akan menjadi tolak ukur bagi perbaikan dan peningkatan sistem pelaksanaan MBG di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Kudus. Ia menekankan bahwa kesejahteraan dan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama pemerintah.