JogjaJateng .com

UN warns Myanmar crisis deepens five years after coup, as military ballot entrenches repression

January 30, 2026 • Jogja jateng
UN warns Myanmar crisis deepens five years after coup, as military ballot entrenches repression

UN: Krisis di Myanmar Memanas Lima Tahun Pasca-Kudeta, Pemilu Militer Perkuat Represi

New York, PBB – Lima tahun setelah kudeta militer di Myanmar yang menjatuhkan pemimpin terpilih, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa krisis di negara itu semakin memburuk. Eskalasi kekerasan, pengungsian massal, dan pemilihan umum yang dikendalikan militer menjadi ciri utama situasi yang semakin memprihatinkan. PBB menilai pemilu yang baru diselenggarakan tidak mengembalikan pemerintahan sipil, melainkan justru memperkuat kekuasaan militer dan memberatkan rakyat Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara PBB menyoroti meningkatnya kekerasan yang melanda negara tersebut. “Situasi keamanan telah semakin memburuk. Tentara melakukan serangan terus menerus terhadap warga sipil, yang telah menyebabkan ribuan kematian dan luka-luka,” ujarnya.

Pernyataan tersebut juga mencatat peningkatan jumlah pengungsi di dalam negeri dan melintasi perbatasan. Lebih dari 2 juta warga Myanmar telah terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik kekerasan. “Mereka tinggal dalam kondisi sangat rawan dan kekurangan,” ungkap juru bicara PBB, “Kebutuhan mendesak yang tidak terpenuhi mengancam kehidupan mereka.”

Sambutan PBB terhadap pemilu yang diadakan oleh junta militer pun tegas. PBB memandang pemilu tersebut tidak adil dan tidak transparan. “Pemilu ini sama sekali tidak mencerminkan keinginan rakyat Myanmar yang menginginkan demokrasi dan keadilan,” tegas Juru bicara PBB.

UN menekankan bahwa pemilu yang diadakan militer telah memperkuat posisi mereka dan menghambat upaya mencapai perdamaian dan rekonsiliasi di Myanmar. Satu-satunya jalan keluar, ujarnya, adalah pemulihan demokrasi dan penertiban kembali pemerintahan sipil yang demokratis.

“PBB mendesak junta militer untuk menghentikan kekerasan, melepaskan semua tahanan politik, dan memulai dialog yang berarti dengan semua pihak berkepentingan untuk mencapai penyelesaian politik yang adil dan berkelanjutan,” demikian pernyataan PBB.

PBB juga menyerukan komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap junta militer, termasuk melalui sanksi dan sanksi ekonomi, serta untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Myanmar yang menderita akibat krisis ini.

Situasi di Myanmar masih terus berkembang dengan penuh ketegangan. Meskipun lima tahun telah berlalu sejak kudeta, aspirasi rakyat Myanmar untuk demokrasi dan keadilan masih kuat. PBB berharap tekanan internasional dan upaya diplomasi dapat mendorong junta militer untuk mundur dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi Myanmar.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us