Anggota IDAI: Perbanyak konsumsi makanan bervitamin D pada musim hujan
Anggota IDAI: Perbanyak Konsumsi Makanan Bervitamin D pada Musim Hujan
Jakarta, (Harian [Nama Anda]) – Musim hujan yang melanda sebagian wilayah Indonesia diiringi dengan meningkatnya kasus berbagai penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di tengah situasi tersebut, anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) menyarankan perlunya meningkatkan asupan vitamin D bagi seluruh keluarga.
Menurut Prof. Anggraini, vitamin D berperan penting dalam imunitas tubuh. Kekurangan vitamin D dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk ISPA. “Vitamin D membantu tubuh dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Ketika seseorang mengalami defisiensi vitamin D, daya tahan tubuhnya akan menurun,” ujar Prof. Anggraini.
Komponen-komponen seperti sinar matahari, makanan, dan suplemen berperan dalam memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Namun, musim hujan yang cenderung mendung dan seringnya menghabiskan waktu di dalam ruangan dapat menurunkan asupan vitamin D secara alami. Hal ini, menurut Prof. Anggraini, menjadi pertimbangan penting dalam meningkatkan konsumsi vitamin D.
“Di musim hujan, paparan sinar matahari terhadang oleh awan, sehingga produksi vitamin D dari kulit berkurang. Oleh karena itu, perlu dimplementasikan strategi lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin D,” terang Prof. Anggraini.
Prof. Anggraini kemudian memberikan beberapa rekomendasi makanan sumber vitamin D yang kaya dan mudah ditemukan di Indonesia.
Telur: Telur kuning merupakan sumber vitamin D yang baik.
Ikan berminyak: Ikan salmon, tuna, makarel, serta sarden mengandung banyak vitamin D.
Susu dan yogurt: Produk susu yang telah diperkaya vitamin D dapat menjadi alternatif yang praktis.
Sayuran hijau: Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung mengandung beberapa kadar vitamin D, walau tidak sebanyak sumber lainnya.
“Konsumsinya bisa divariasikan agar nutrisi optimal terpenuhi,” tegas Prof. Anggraini.
Di samping mengonsumsi makanan bernutrisi, Prof. Anggraini juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Cuci tangan secara berkala, gunakan masker, dan hindari keramaian dapat membantu mencegah penularan penyakit, termasuk ISPA,” imbaunya.
Kesimpulan
Musim hujan memang berpotensi meningkatkan risiko penyakit, satunya adalah ISPA.
Meningkatkan asupan vitamin D menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting untuk memperkuat sistem imun tubuh.
Melalui konsumsi makanan bervitamin D yang beragam dan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat dapat meminimalisir risiko infeksi serta menjalani musim hujan secara lebih sehat.