Pemkot Semarang giatkan kerja bakti bersih sungai untuk mencegah banjir
Pemkot Semarang Giatkan Kerja Bakti Bersih Sungai untuk Mencegah Banjir
Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus giat dalam memperkuat upaya pencegahan banjir di wilayahnya. Salah satu langkah yang dijalankan adalah melalui kegiatan kerja bakti bersih sungai yang rutin dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa sungai merupakan simpul penting dalam menjaga keselamatan kota, terutama di wilayah padat aktivitas.
Hal ini disampaikan Agustina Wilujeng saat meninjau kegiatan Karya Bakti Pembersihan Sungai yang dipusatkan di Sungai Babon, Jumat (20/10/2023). “Sungai sebagai nadi kehidupan Kota Semarang. Kebersihan sungai sangat vital untuk mencegah banjir dan menjaga lingkungan tetap sehat,” ujarnya.
Agustina Wilujeng menjelaskan, kegiatan kerja bakti bersih sungai ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, mahasiswa, hingga warga sekitar sungai. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menciptakan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan sungai.
“Melalui kerja bakti ini, kita menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut bertanggung jawab. Sungai bukan hanya milik Pemerintah Kota, tetapi juga milik kita semua,” tegasnya.
Penerapan “culture of caring” (budaya peduli) terhadap lingkungan menjadi fokus utama Pemkot Semarang dalam upaya pencegahan banjir. Selain kerja bakti bersih sungai, Pemkot juga tengah mengimplementasikan berbagai program lain seperti pembuatan sumur resapan, normalisasi saluran air, dan campaign edukasi kepada masyarakat.
Menurut Agus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sungai Babon merupakan salah satu sungai utama yang rawan banjir. Meskipun Pemkot telah melakukan normalisasi beberapa kali, upaya pembersihan rutin tetap diperlukan untuk mengantisipasi penumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran air.
“Kegiatan kerja bakti ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang kita dalam menjaga kelestarian Sungai Babon. Sampah dari pinggir sungai menjadi salah satu faktor penyebab banjir, sehingga pembersihan rutin menjadi krusial,” jelasnya.
Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, terlihat masyarakat setempat dengan semangat bergotong royong membersihkan sampah dan ilalang yang memenuhi sungai. Mereka bekerja dengan tekun untuk membebaskan aliran sungai dan menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat.
Manfaat Kerja Bakti Bersih Sungai
Kerja bakti bersih sungai memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar membersihkan sungai dari sampah. Selain mencegah banjir, kegiatan ini turut serta meningkatkan kesehatan lingkungan, menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian warga terhadap lingkungan, serta menciptakan ruang terbuka hijau yang lebih nyaman dan menarik.
Kesimpulan
Upaya pencegahan banjir di Kota Semarang tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat. Kebijakan Pemkot Semarang yang menekankan kerja bakti bersih sungai menjadi langkah yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah bencana banjir. Keberlanjutan program ini serta kolaborasi antar elemen masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Semarang yang bebas banjir dan sehat.