Astrid Widayani ingatkan Gen Z tidak larut dalam tekanan medsos
Astrid Widayani Ingatkan Gen Z Tidak Larut dalam Tekanan Medsos
Surakarta, Jawa Tengah – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengingatkan Generasi (Gen) Z agar tidak larut dalam tekanan media sosial dan tetap menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan ini disampaikannya saat mengisi materi Remaja Masa Kini: Tantangan, Risiko, dan Harapan dalam kegiatan MES Goes To School: Gaya Hidup Halal Gen-Z di Madrasah Aliyah (MA) Al-Islam Jamsaren Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (14/10).
Astrid menilai, Gen Z hidup di era serba cepat yang penuh peluang sekaligus risiko. Tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan perbandingan dengan orang lain di media sosial dapat menimbulkan beban psikologis bagi mereka.
“Gen Z adalah generasi yang selalu terhubung dengan dunia. Mereka dilahirkan di era digital, sehingga informasi dan interaksi sosial berlangsung dengan sangat cepat. Di satu sisi, hal ini membuka peluang yang besar, tapi di sisi lain juga penuh tekanan,” jelas Astrid.
Ia menekankan pentingnya literasi media sosial bagi Gen Z. “Jangan terjebak dalam persepsi palsu yang seringkali muncul di media sosial. Sadarilah bahwa yang kita lihat di sana hanyalah bagian kecil dari kehidupan orang lain,” nasihatnya.
Astrid juga menghimbau Gen Z untuk aktif mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya dan tidak mudah terpengaruh oleh berita atau konten yang tidak terverifikasi. Selain itu, ia menyarankan agar Gen Z memberi batasan waktu dalam penggunaan media sosial dan melakukan aktivitas offline yang menyegarkan pikiran.
Dalam kesempatan yang sama, Astrid turut mendorong Gen Z untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak mereka untuk menjadi agen perubahan positif dalam kontribusi membangun bangsa.
“Gen Z memiliki kemampuan dan ide-ide yang inovatif. Manfaatkan potensi itu untuk berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersamaan dan saling mendukung,” ujar Astrid.
Pisah dengan itu, Astrid menyampaikan bahwa pemerintah Kota Surakarta selalu mendukung pengembangan potensi Gen Z.
“Kita akan terus berupaya untuk menyediakan ruang dan wadah bagi para generasi muda agar dapat menyalurkan aspirasi dan mengembangkan diri,” ungkap Astrid.
Kegiatan MES Goes To School: Gaya Hidup Halal Gen-Z ini dihadiri oleh ratusan siswa dan guru dari berbagai madrasah di wilayah Surakarta.
Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang gaya hidup halal yang selaras dengan nilai-nilai agama dan moral bagi Gen Z. Sejumlah materi menarik tentang teknologi, bisnis halal, dan pengembangan diri juga disampaikan kepada peserta.