Dinkes: Sebagian siswa SMA 2 Kudus yang jalani rawat inap sudah sembuh
Dinkes: Sebagian Siswa SMA 2 Kudus yang Jalani Rawat Inap Sudah Sembuh
Kudus, Jateng – Kabar baik datang dari SMA 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kondisi kesehatan sebagian siswa yang sebelumnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membaik.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, menyampaikan perkembangan terkini kondisi siswa di rumah sakit pada Sabtu (31/1). Menurutnya, pada 29 Januari 2026 tercatat 47 siswa yang menjalani rawat inap. Hari ini, berkurang menjadi tinggal 21 anak. “Pada Jumat (30/1) masih tercatat 31 siswa yang dirawat, kemudian hari ini berkurang menjadi 21,” ujar Nuryanto.
Ia mengungkapkan, penurunan jumlah siswa yang dirawat menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesehatan mereka. “Alhamdulillah, banyak yang sudah menunjukkan kondisi positif dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Nuryanto menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan siswa yang masih dirawat. Tim medis berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan semua siswa sepenuhnya pulih. “Kami terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak sekolah dan fasilitas kesehatan terkait,” tegasnya.
Sementara itu, pihak SMA 2 Kudus tetap fokus dalam memberikan dukungan kepada siswa yang tengah dalam pemulihan. Kepala Sekolah SMA 2 Kudus, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan ruang khusus untuk siswa yang pulang, serta fasilitaasi pengajaran agar tidak tertinggal dengan kegiatan belajar mengajar. “Kami akan menjamin kelancaran proses belajar mengajar bagi siswa yang sudah diperbolehkan pulang,” ujar Budi Santoso.
Pihak sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab keracunan dapat diungkap. “Cooperatif penuh dengan Dinkes untuk mengetahui penyebab pasti ini agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Budi Santoso tegas.
Kasus keracunan ini juga telah mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Polres Kudus, melalui Kepala Satreskrim, AKP Hardi, mengungkapkan pihaknya telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. “Kami terus melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas kasus ini,” ujar AKP Hardi.
Parallelly, hasil laboratorium dari sampel makanan yang dimakan siswa masih terus diproses. Dinkes Jiwa dan Polres Kudus berharap hasil laboratorium dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keracunan.
Peristiwa ini menjadi kenaikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG. Dinkes Kabupaten Kudus menegaskan akan melakukan pengecekan mendalam terhadap standart keamanan dan kualitas makanan yang disajikan dalam program tersebut. “Keberadaan MBG adalah untuk mendukung asupan nutrisi siswa, jadi kualitas dan keamanan pangan mutlak harus jadi prioritas,” tutup Nuryanto