Wamendikdasmen RI tekankan reformasi tata kelola guru saat momen Yudisium PPG UMS
Wamendikdasmen RI Tekankan Reformasi Tata Kelola Guru Saat Momen Yudisium PPG UMS
Solo, Jawa Tengah – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menekankan betapa pentingnya reformasi tata kelola guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di Indonesia saat ini. Tulisan ini menyampaikan pesan penting yang disampaikan Wamendikdasmen dalam kuliah umum yang ia ikuti pada acara Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2024-2025 di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Sabtu.
Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa dunia pendidikan Indonesia, meskipun telah mengalami kemajuan, masih dihadapkan pada persoalan ketimpangan yang menuntut kebijakan yang tepat dan kuat. Ia menyampaikan bahwa salah satu kunci dalam mengatasi ketimpangan tersebut adalah melalui reformasi tata kelola guru. “Reformasi tata kelola guru ini bukan hanya bicara teknis proses belajar mengajar, tetapi menjangkau aspek profesionalisme, pengembangan kompetensi, penguatan sistem rekrutmen, serta dukungan yang lebih baik bagi para guru,” ujarnya.
Fajar menekankan pentingnya membangun sistem yang mendorong profesionalisme guru dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua guru untuk mengembangkan kompetensi mereka. “Kunci untuk memperbaiki kualitas pendidikan adalah guru. Profesionalisme akademis dan moral guru diperlukan untuk membangun masa depan bangsa,” ucap Fajar.
Ia juga menekankan pentingnya sistem rekrutmen guru yang terbuka, transparan, dan berorientasi pada kompetensi. “Sistem humas yang baik dan publikasi yang tepat sasaran dapat membantu dalam proses rekrutmen agar calon guru terbaik untuk anak bangsa dapat dilirik,” tambah Fajar.
Reformasi tata kelola guru juga, menurut Fajar, harus mencakup peningkatan sistem insentif dan penghargaan bagi guru yang berprestasi. Ini akan memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka dan berdedikasi tinggi dalam mendidik anak bangsa. “Pengembangan sistem insentif dan penghargaan lingkungan kerja yang kondusif serta dukungan sistem administrator yang solid sangat penting bagi para pendidik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar Riza Ul Haq juga menyampaikan apresiasi atas peran UMS yang terus berupaya melahirkan guru-guru profesional yang siap berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia juga mengajak seluruh peserta yudisium untuk terus berinovasi dan menerapkan pembelajaran yang bermakna dalam dunia pendidikan.
Yudisium PPG Tahun Akademik 2024-2025 di UMS menjadi momen penting bagi 244 calon guru yang telah menyelesaikan pendidikan profesi mereka. Mereka siap berkarya sebagai peretmen di berbagai wilayah Indonesia, membawa semangat reformasi yang disampaikan oleh Ministerio Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kesimpulan:
Kuliah umum oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam acara Yudisium PPG UMS Solo menekankan pentingnya reformasi tata kelola guru dalam upaya mencapai pendidikan yang merata dan berkualitas. Reformasi ini meliputi peningkatan profesionalisme guru, pengembangan kompetensi, sistem rekrutmen yang transparan, dan dukungan insentif serta lingkungan kerja yang kondusif. Semua pihak, termasuk para guru yang baru diwisuda, perlu berperan aktif dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan .