JogjaJateng .com

6 Graphs That Show Where the U.S. Leads China on AI—and Where It Doesn’t

January 28, 2026 • Jogja jateng
6 Grafik yang Tunjukkan Keunggulan AS dan Kekurangan China dalamPerlombaan AI

Dua peristiwa penting terjadi pada 20 Januari 2025. Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS dan DeepSeek, perusahaan teknologi Tiongkok yang relatif tidak dikenal, merilis R1, sebuah model AI yang dijuluki oleh para observer sebagai “Sputnik moment” bagi industri AI Tiongkok.

“Menetapkan Kursus Perlombaan”

Trump kemudian mengumumkan rencana aksi AI Amerika berjudul “Menang dalam Perlombaan”, menekankan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok sedang dalam balapan pembaruan teknologi.

Lennart Heim, seorang peneliti kebijakan AI, mengatakan bahwa banyak interpretasi mengenai tujuan dari perlombaan ini.

Ada beragam spekulasi mengenai tujuan ultimate dari balapan ini, sebutkan saja mempertandingkan perkembangan sistem AI di ekonomi, pengembangan robot, dan terciptanya kecerdasan umum buatan manusia.

Heim menilai bahwa berdasarkan berbagai metrik, AS tampaknya memimpin dalam bidang ini.

Namun, ia juga mengakui bahwa mendefinisikan kemajuan AI secara jelas dan terukur masih menjadi tantangan.

“Aku seringkali bercanda bahwa metro terbaik untuk kemajuan AI adalah metrik yang tidak kita miliki”, ujarnya.

6 Grafik yang Menunjukkan Ketimpangan

Enam grafik ini membandingkan kemajuan AI Jogjajateng.com Amerika Serikat dan Tiongkok, menunjukkan keunggulan AS dan kekurangan yang dihadapi Tiongkok.

  1. Dominasi AS dalam Produksi Chip :

Amerika Serikat mendominasi penjualan chip, yang merupakan komponen vital untuk menggerakkan model AI. Sanksi yang diberlakukan oleh pemerintahan AS pada tahun 2022 dan 2023 membatasi akses Tiongkok terhadap peralatan pembuatan chip canggih dan chip itu sendiri. Hal ini menjadi hambatan besar bagi perkembangan AI di Tiongkok.

  1. Perolehan Peneliti AI :

Tiongkok menghasilkan lebih banyak peneliti AI yang berkualifikasi dibandingkan Amerika Serikat. Namun, banyak peneliti tersebut akhirnya bekerja di AS. Semakin tinggi beban biaya visa untuk talent asing, semakin sulit bagi AS untuk mempertahankan keunggulan tersebut.

  1. Keunggulan Tiongkok dalam Efisiensi Energi :

AI membutuhkan sumber daya energi yang besar untuk beroperasi. Tiongkok, sebagai produsen energi terbesar dunia, memiliki keuntungan dalam hal ini.

  1. Keunggulan TOEFL dalam Model AI :

Model bahasa besar (LLM) merupakan tanda penting kemajuan AI.

Amerika Serikat, berkat akses chips dan talent yang lebih kuat, saat ini mengembangkan model AI yang lebih canggih daripada Tiongkok.

Tiongkok, di sisi lain, dilaporkan banyak menggunakan teknik “distilation” untuk melatih model-model AI mereka, faktor yang dapat mempersulit perbandingan langsung.

  1. Pendapatan Startup AI :

Pendapatan dari produk AI menjadi metrik penting yang mencerminkan penerapan AI dalam dunia nyata.

Startup AI di Amerika Serikat telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang pesat, mendekati pendapatan Alibaba Cloud, perusahaan teknologi Tiongkok yang mana pengembanganレンタル AI merupakan bagian sampingannya.

Alamat Hambatan dan Konklusi

Amerika Serikat saat ini memiliki keunggulan dalam pengembangan AI, tetapi hambatan seperti regulasi chips dan persaingan tenaga kerja global dapat memengaruhi posisinya di masa depan.

Di sisi lain, Tiongkok, meskipun tertinggal dalam beberapa area, memiliki keunggulan dalam hal energi yang dapat menjadi faktor kunci dalam keuntungannya di masa mendatang.

Perlombaan AI ini masih terus berlangsung, dan masa depan teknologi ini akan ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk inovasi, kebijakan pemerintahan, dan perkembangan pasar.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us