JogjaJateng .com

A Grim Year for Democracy and Civic Freedoms – but in Gen Z There Is Hope

December 24, 2025 • Jogja jateng
A Grim Year for Democracy and Civic Freedoms – but in Gen Z There Is Hope

Tahun Kelam bagi Demokrasi & Kebebasan Sipil – Tapi Generasi Z Menawarkan Harapan

NEW YORK, 24 Desember – Tahun 2025 mencatat penurunan tajam pada kondisi demokrasi dan kebebasan sipil di seluruh dunia. Data dari CIVICUS Monitor, sebuah kemitraan penelitian masyarakat sipil, menunjukkan bahwa hanya sekitar 7% populasi dunia tinggal di negara-negara yang secara umum menghormati hak untuk berkumpul, berprotes, dan menyuarakan pendapat secara bebas. Angka ini jauh lebih rendah dari angka di atas 14% pada tahun sebelumnya.

Penurunan drastis ini menunjukkan tren mengkhawatirkan terhadap kondisi demokrasi global. CIVICUS Monitor mencatat pembatasan yang semakin ketat terhadap ruang publik dan aktivitas kelompok masyarakat sipil di berbagai negara. Negara-negara yang sebelumnya dianggap sebagai contoh demokrasi liberal juga mengalami pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul.

“Tahun 2025 adalah tahun yang menyedihkan bagi para pejuang demokrasi dan kebebasan,” ungkap Pakar Kebijakan Publik dari Institute for Democracy and Governance, Ratna Dwidya. “Kita melihat regulasi yang semakin otoriter, pembungkaman kritis, dan penindasan terhadap kelompok-kelompok yang berbeda pendapat.”

Trendnya memicu kekhawatiran global tentang masa depan demokrasi. Tetapi, di tengah situasi gelap ini, Generasi Z (usia 18-24 tahun) menawarkan harapan. Relatif baru ke dunia politik, mereka menunjukkan tingkat kepedulian dan partisipasi politik yang tinggi.

Mereka aktif menggunakan media sosial untuk memperjuangkan isu-isu yang penting bagi mereka, termasuk hak asasi manusia, perubahan iklim, dan kesetaraan sosial. Mereka juga lebih cenderung menolak konsumerisme dan politik praktis yang korup. “Generasi Z tidak terbiasa dengan cara lama melakukan politik. Mereka menginginkan perubahan dan mereka tidak takut untuk berjuang untuknya,” ujar Ketua Forum Muda Indonesia, Dita Safitri.

Meskipun menghadapi tantangan besar, Generasi Z menunjukkan ketekunan dan kreativitas dalam menuntut reformasi dan reformasi politik. Mereka meluncurkan kampanye online, menggelar demonstrasi-demostrasi damai, dan bersuara lantang dalam forum-forum publik.

Kehadiran dan semangat perjuangan Generasi Z menunjukan bahwa demokrasi dan kebebasan sipil masih memiliki pendukung yang kuat. Namun, dukungan ini perlu terus diasah dan dikukuhkan hingga menjadi kekuatan yang nyata. Dibutuhkan upaya komprehensif dari seluruh elemen masyarakat untuk melindungi dan memperkuat demokrasi, mendukung aktifitas kelompok masyarakat sipil, dan menciptakan ruang bagi generasi muda untuk terlibat secara aktif dalam proses politik.

Hanya dengan upaya kolektif, masa depan demokrasi dan kebebasan sipil dapat diselamatkan dan diberdayakan untuk generasi mendatang.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us