JogjaJateng .com

A new blow for UNRWA as headquarters in East Jerusalem ‘set on fire’

January 26, 2026 • Jogja jateng
A new blow for UNRWA as headquarters in East Jerusalem 'set on fire'
Pembakaran Kantor PBB di Yerusalem Timur Mengguncang UNRWA

Yerusalem Timur – Kantor pusat Badan Relief dan Pekerjaan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur menjadi sasaran dugaan pembakaran di akhir pekan ini. Kejadian yang merugikan ini mengguncang salah satu lembaga bantuan internasional yang paling vital bagi para pengungsi Palestina dan menimbulkan kecaman internasional yang tajam.

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, mengutuk kejadian pembakaran dengan tegas. “Saya sangat prihatin dan marah atas insiden kriminal terhadap kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur,” ujarnya melalui pernyataan resmi. “Ini adalah serangan kejam terhadap bantuan kemanusiaan dan menargetkan relawan dan staf UNRWA yang bekerja tanpa lelah untuk membantu masyarakat Palestina yang rentan.”

Pernyataan Lazzarini menekankan bahwa kantor tersebut merupakan pusat penting bagi operasi lembaga bantuan ini yang melayani jutaan pengungsi Palestina di Kegagahan dengan menyediakan pendidikan, kesehatan, makanan, dan dukungan lain.

“Pembakaran ini akan menghambat upaya kami untuk memberikan bantuan mendesak kepada orang-orang yang mengandalkan UNRWA”, tambah Lazzarini. “UNRWA berkomitmen untuk terus berfungsi dan memastikan semua layanan kami dapat terus diakses oleh para penerima manfaat.”

Meskipun pihak berwenang Israel kini sedang menyelidiki kejadian ini, tak ada keterangan resmi mengenai motif di balik pembakaran. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan tersebut dan menyerukan penyelidikan yang adil dan transparan.

Pembakaran kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur ini menimbulkan beragam reaksi di dunia internasional. Kecaman terpancar dari berbagai organisasi kemanusiaan yang menyatakan keprihatinan terhadap keamanan staf UNRWA dan dampaknya terhadap layanan humanitarian bagi masyarakat Palestina yang rentan.

Insiden ini juga menyoroti dilema kompleks mengenai situasi politik Palestinian-Israel.

Beberapa pihak memandang pembakaran sebagai tindakan terorisme yang bertujuan untuk mengganggu operasi bantuan bagi warga Palestina. Di sisi lain, ada yang melihatnya sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan dan kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina.

Entah penyebabnya apa, kejadian ini menjadi pukulan berat bagi UNRWA yang telah lama berwujud sebagai penopang vital bagi jutaan warga Palestina. Pemulihan dan rekonstruksi kantor pusat UNRWA mengharuskan waktu dan dana yang tak sedikit.

Lebih dari itu, kejadian ini memantik pertanyaan besar mengenai masa depan lembaga bantuan internasional di tengah konflik yang berkepanjangan dan politik yang penuh tegang. Keamanan dan independensi UNRWA untuk terus menjalankan misinya bagi masyarakat Palestina menjadi perhatian serius bagi dunia internasional.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us