JogjaJateng .com

A woman dies from cervical cancer every two minutes, UN says

January 2, 2026 • Jogja jateng
A woman dies from cervical cancer every two minutes, UN says

Seolanan Meninggalakibat Kanker serviks Setiap Dua Menit, Peringatkan PBB

New York, 2 Januari 2026 – Pneumatik kepanikan dan pertanyaan bagaikan gelombang membanjiri pikiran Jeanette, 31, setelah diterjang diagnosis kanker serviks. Keraguan mulai menyelimuti masa depannya. Akankah ia bisa melahirkan anak? Apakah ia akan mengalami menopause di usia muda?

Pneumatik kepanikan Jeanette bukanlah kejadian singular. Kekhawatiran serupa menghantui jutaan perempuan di seluruh dunia yang berjuang melawan kanker serviks, penyakit yang menjadi pembunuh wanita nomor satu di banyak negara berkembang. Data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprihatinkan: seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks setiap dua menit.

“Kanker serviks bisa dicegah dan diobati, namun stigma dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan menjadi kendala utama,” ungkap Wakil Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan resmi.

Menurut data WHO, sekitar 604.000 kasus baru kanker serviks tercatat setiap tahunnya, dengan sebagian besar kasus ditemukan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Kecepatan kemajuan teknologi dan peningkatan akses terhadap vaksin HPV dapat membantu mengurangi angka kematian akibat kanker serviks,” tambah Dr. Tedros. Vaksin human papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks, telah terbukti efektif dalam mencegah infeksi dan timbulnya kanker.

Di Indonesia, lutte melawan kanker serviks telah ditetapkan sebagai prioritas kesehatan perempuan. Pemerintah bertelit bekerja sama dengan berbagai organisasi kesehatan untuk meningkatkan akses terhadap layanan skrining dan vaksinasi HPV, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kanker serviks dan pentingnya deteksi dini.

Meskipun terancam, Jeanette yakin ia akan tetap semangat melawan kanker serviks. Ia melihat diagnosisnya sebagai panggilan untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini dan vaksinasi HPV kepada perempuan di sekitarnya.

“Saya ingin menjadi pahlawan bagi perempuan lain yang berjuang melawan kanker serviks, dan saya yakin kita semua bisa bersatu untuk mengalahkan penyakit ini,” pungkas Jeanette.

Pernyataan Jeanette mencerminkan semangat dan tekad perempuan di seluruh dunia dalam menghadapi kanker serviks. PBB, melalui berbagai program dan inisiatif, terus berupaya meningkatkan kesadaran global tentang kanker serviks dan mendorong setiap individu untuk berperan aktif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit ini agar bisa di eradicated.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us