Aid cuts push millions in West and Central Africa deeper into hunger
Pemotongan Bantuan Dorong Jutaan Orang di Afrika Barat dan Tengah ke Dalam Kemiskinan
Lebih dari setengah juta orang di dua kawasan benua tersebut menghadapi kekalahan gravisima atau lebih buruknya dari bulan Juni hingga Agustus akibat kekurangan dana bagi operasi kemanusiaan, ditambah dengan meningkatnya kekerasan dan pengungsian.
Abidjan, Côte d’Ivoire – Bahaya kelaparan secara masif mengintai di Afrika Barat dan Tengah. Sekitar 55 juta orang diperkirakan akan mengalami tingkat kelaparan krisis, atau lebih buruk, selama musim kemarau dari bulan Juni hingga Agustus. Kondisi ini disebabkan oleh pemotongan bantuan kemanusiaan yang berberlanjut, diiringi dengan peningkatan kekerasan dan pengungsian penduduk.
Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan bahwa kekurangan pangan yang intens di kedua kawasan tersebut hampir mendekati level yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021.
“situation semakin memburuk,” ujar seorang pejabat FAO, “Pemotongan bantuan membuat kita tidak mampu memberikan bantuan yang cukup kepada mereka yang membutuhkan, dan situasi kekeringan di beberapa wilayah memperparah kondisi ini.”
Di Mali, konflik yang berkepanjangan telah menyebabkan jutaan orang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Kurangnya akses terhadap pangan, air, dan layanan kesehatan membuat penduduk setempat semakin rentan terhadap kelaparan.
“Saya dan keluargaku terpaksa mengungsi dari rumah,” ungkap Fatoumata, seorang perempuan pengungsi dari Mali. “Kita kehilangan semua yang kita miliki, dan kini kami hidup dalam kondisi yang sangat sulit.”
Di Nigeria, bencana kekeringan yang dahsyat telah menghancurkan panen dan menyebabkan krisis pangan. Hilangnya pendapatan akibat kerentanan pertanian membuat jutaan orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Gandum yang kami tanam gagal panen, bagaimana mungkin kita bisa hidup dan memberi makan anak-anak kita?” kata Malam, seorang petani di Nigeria yang terdampak kekeringan.
Organisasi kemanusiaan mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan finansial bagi operasi bantuan di Afrika Barat dan Tengah. Langkah-langkah lebih lanjut termasuk mitigasi konflik, peningkatan akses terhadap air dan sanitasi, serta penguatan sistem pertanian lokal agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim menjadi penting untuk mengatasi krisis pangan yang semakin serius ini.
“Para negara donor harus segera meningkatkan bantuan kemanusiaan mereka,” tegas seorang pejabat PBB. “Tanpa tindakan cepat, jutaan orang akan menghadapi kelaparan yang mematikan.”
Situasi krisis ini mendesak serta mengerikan. Pemotongan bantuan hanya akan memperburuk penderitaan jutaan orang, membuatnya semakin sulit untuk mengatasi tantangan kelaparan kronis dan membangun ketahanan pangan jangka panjang.