JogjaJateng .com

Another child dies in extreme conditions in Gaza: UNICEF

December 31, 2025 • Jogja jateng
Another child dies in extreme conditions in Gaza: UNICEF
Seorang Anak lain Meninggal di Kondisi Ekstrem di Gaza: UNICEF

Badai musim hujan memaksa warga Gaza mendekati titik keputusasaan, sementara otoritas Israel dicap memberi bantuan yang minim. UNICEF mengkonfirmasi kematian seorang anak lain di Gaza pada bulan ini.

NEW YORK, Hamid Raya – Sekitar satu bulan setelah berakhirnya konflik Jogjajateng.com Israel dan Hamas, warga Gaza masih menghadapi bencana kemanusiaan yang memprihatinkan. UNICEF diumumkan pada 31 Desember bahwa seorang anak laki-laki berusia 5 tahun telah meninggal dunia di Gaza bulan ini sebagai akibat dari kondisi cuaca ekstrem yang disertai hujan deras dan suhu dingin.

Kematian anak ini menandai angka kematian keenam di bulan Desember akibat cuaca yang mematikan. UNICEF telah lama memperingatkan bahwa situasi di Gaza semakin memburuk, dengan jutaan warga membutuhkan bantuan mendesak. Masyarakat sipil Gaza menghadapi kekurangan air bersih, makanan, dan tempat tinggal, setelah gelombang pengungsian yang memaksa ribuan warga untuk mencari perlindungan di tempat-tempat yang kekurangan fasilitas.

“Hujan deras dan suhu dingin memberikan pukulan berat pada warga Gaza yang telah terori bencana konflik. Sayangnya, situasi ini semakin menguras begitu banyak sumber daya dan memperburuk kondisi pengungsi yang sudah parah,” terang Juru Bicara UNICEF Francine Ndjanga. “Para anak, yang paling rentan dalam situasi seperti ini, membutuhkan bantuan mendesak untuk bertahan hidup.”

Situasi di Gaza semakin kritis mengingat otoritas Israel, pada 1 Januari, memutuskan untuk menarik kembali lisensi beroprasi dari puluhan organisasi kemanusiaan. Keputusan ini membuat para penyelenggara bantuan serius khawatir akan kemampuan mereka untuk memberikan bantuan yang cukup kepada warga Gaza yang membutuhkan.

Direktur Eksekutif organisasi kemanusiaan internasional, Amnesty International, Agnes Callamard, mengecam keputusan otoritas Israel dan mendesak adanya pengubahan kebijakan tersebut. “Tindakan ini jelas melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia,” tegas Agnes. “Mencabut lisensi organisasi yang membantu warga sipil adalah bentuk tindakan balas dendam dan akan semakin memperburuk situasi di Gaza.”

Organisasi lain, termasuk yang berbasis di negara-negara Arab dan Timur Tengah, juga menyuarakan keprihatinan terhadap revocasi lisensi tersebut. Di tengah tekanan internasional untuk memenuhi kebutuhan mendesak penduduk Gaza, otoritas Israel diharuskan untuk mempertimbangkan kembali langkahnya dan memastikan akses bantuan kemanusiaan ke warga yang membutuhkan.

UNICEF mendesak masyarakat internasional untuk memberikan bantuan yang memadai bagi warga Gaza yang kesulitan, serta meminta otoritas Israel untuk menghentikan tindakan yang menghambat akses bantuan kemanusiaan.

Ribuan warga Gaza kini hidup loteng, sementara akses bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat terbatas. Kondisi ini menuntut perhatian mendesak dari seluruh pihak untuk mencegah kerugian jiwa dan penderitaan lebih lanjut di Gaza.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us