British Police Examine Epstein’s Use of U.K. Airports and Other Lines of Inquiry
Kepolisian Inggris Menyelidiki Penggunaan Bandara oleh Jeffrey Epstein
Bekerja sama, beberapa kepolisian di Inggris sedang menyelidiki log perjalanan jet pribadi Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai “Lolita Express”, atas kekhawatiran bahwa pelaku kejahatan seks terpidana tersebut mungkin telah melakukan perdagangan manusia melalui bandara-bandara Inggris.
Bedfordshire Police menyatakan bahwa mereka “mengevaluasi bahan yang diterbitkan sebagai bagian dari Disclosures Under the Epstein Files Transparency Act terkait penerbangan pribadi di dan keluar dari London Luton Airport.”
Demikian pula, Essex Police mengonfirmasi adanya investigasi serupa yang tengah berlangsung, dengan fokus pada informasi yang muncul terkait penerbangan pribadi ke dan dari London Stansted Airport.
Pengungkapan dokumen baru menunjukkan bahwa Epstein telah membahas perjalanan ke dan dari Stansted pada tahun 2012. Dalam satu rangkaian email berjudul “Paris/London train”, seorang pengirim (nama belum diungkap) memberi tahu Epstein, “Jika Anda datang lewat penerbangan pribadi, aku butuh fotokopi paspor dan visa AS Anda, kemudian aku akan kirimkan kepada imigrasi UK … satu kali pesawat Boeing siap berangkat, dia akan diantar ke pesawat.”
Penasarannya, terdapat juga email lain yang ditujukan kepada Epstein dan merujuk pada penerbangan ke Luton Airport pada tahun 2018.
Memastikan koordinasi dalam penyelidikan, kepolisian West Midlands juga sedang meninjau penerbangan pribadi yang datang dan pergi dari Birmingham Airport menyusul publikasi file-file Epstein.
Sementara itu, kepolisian Scotland menyatakan mereka belum menerima laporan atau aduan terkait penggunaan jet Epstein di Edinburgh Airport, namun siap untuk berbicara dengan siapa pun yang memiliki informasi terkait.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, telah mengekspresikan kekhawatirannya atas perjalanan Epstein yang sering ke dan dari Inggris, menekankan perlunya penyelidikan menyeluruh terhadap izin penerbangannya.
Menurutnya, “Bukti menunjukkan bahwa beberapa pihak di Inggris terlibat dalam perdagangan manusia. Hal ini menuntut penyelidikan penuh.” Brown bahkan menduga bahwa setidaknya satu pesan Epstein terkait penerbangan pribadi ke Inggris terkait dengan Prince Andrew.
Selain itu, Brown juga menarik perhatian pada email yang dikirimkan dan diterima oleh Epstein mengenai “logistik pendaftaran gadis-gadis yang dilecehkan dalam kursus bahasa Inggris sebagai bahasa asing sebagai cara mendapatkan visa AS”.
“Kita perlu mengetahui apakah dan sampai sejauh mana hal ini juga terjadi di Inggris,” ujarnya.
Surat kabar lokal, Surrey Mirror, melaporkan bahwa Surrey Police telah memulai penyelidikan terkait laporan yang dirahasiakan, yang mengklaim ada pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di Virginia Water Jogjajateng.com tahun 1994 dan 1996. Mereka mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi terkait kasus tersebut.
Sementara itu, kepolisian Metropolitan juga sedang menyelidiki Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk AS atas dugaan pelanggaran kode etik dalam kantor publik. Investigasi ini dipicu oleh email yang menunjukkan Mandelson berkomunikasi dengan Epstein mengenai pengurangan pajak bonus bankir dan membagikan laporan pemerintah internal kepada Epstein.
Penyelidikan ponseluk ini menunjukkan kepada pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menghentikan perdagangan manusia.