JogjaJateng .com

Can I Make My Sweet Tooth Go Away?

January 28, 2026 • Jogja jateng
Bisakah Saya Singkirkan Kecanduan Manis Saya?

Kecanduan manis merupakan tantangan yang dihadapi banyak orang, terutama di era di mana makanan manis dan minuman bersoda mudah ditemukan. Meskipun Anda berusaha untuk mengonsumsi makanan lebih sehat, godaan manis sulit dihindari.

Para ahli kesehatan mengatakan ada beberapa langkah nyata yang dapat Anda ambil untuk mengendalikan keinginan Anda terhadap makanan manis. Berikut beberapa perawatan untuk membantu Anda meredam rasa ingin manis:

Seimbangkan Kadar Gula Darah

Ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat, tubuh Anda memecahnya menjadi glukosa, yaitu jenis gula yang berfungsi sebagai sumber energi utama. Jika makanan itu sebagian besar karbohidrat atau gula tanpa serat dan protein, kadar glukosa dalam darah akan meningkat tajam. “Kemudian kita akan mengalami naik turun kadar gula darah sepanjang hari, berusaha mengendalikan penurunannya,” ujar Alison Acerra, seorang ahli gizi terdaftar di New York. Penurunan tersebut dapat membuat kita terdorong untuk mencari gula atau makanan tinggi karbohidrat sebagai solusi cepat.

“Yang kita inginkan adalah kadar gula darah yang stabil sepanjang hari,” tambahnya.

Protein dan serat membantu memperlambat pemrosesan karbohidrat menjadi gula dalam darah, sehingga membantu menstabilkan kadar gula darah. Mengonsumsi karbohidrat dengan protein dan serat membuat energi lebih tahan lama dan mencegah keinginan terhadap makanan manis yang sering muncul akibat penurunan gula darah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah asupan kalori secara keseluruhan. Menurut Acerra, jika Anda tidak makan cukup, tubuh bisa mengalami kelelahan yang memicu rasa ingin manis yang kuat.

Kurangi Pemicu

Mengatasi keinginan gula memang sulit, karena seringkali dipicu oleh sinyal yang tidak disadari. Ketika usus merasakan glukosa, ia mengirimkan sinyal penghargaan ke otak. Sayangnya, mekanisme ini juga terkait dengan bentuk pembelajaran kebiasaan, yang kita kenali sebagai kecanduan.

“Industri makanan memanfaatkan hal ini,” jelas Dana Small, profesor di McGill University yang meneliti otak, diet, dan metabolisme. “Mereka ingin menciptakan sensasi yang kuat saat Anda membuka kemasan. Kemasannya dirancang menarik, dan ini semua merupakan cue yang secara konsisten mendorong Anda untuk mengonsumsi produk tersebut sekali lagi.”

Meski demikian, Small menekankan bahwa ada strategi untuk melawan kebiasaan ini. Pertama, minimalisir pemicu ini di lingkungan Anda. Hindari menyimpan makanan manis atau camilan menggiurkan di dapur atau ruang kerja.

Strategi dekonditioning lainnya adalah mengambil sepotong kecil dari makanan manis favorit Anda, lalu buang. Terus ulangi proses ini beberapa kali: “Semakin sering Anda melakukannya, Anda akan membentuk kebiasaan baru, dan kemampuan Anda untuk membuangnya pun akan semakin kuat,” ujarnya.

Sleep

Anda mungkin telah berupaya mengelola gula darah dan meminimalkan pemicu, namun tetap kuat keinginan gula. Jika demikian, coba untuk memperbaiki kualitas tidur Anda. “Meningkatkan kualitas tidur dapat meningkatkan perilaku makan dan preferensi makanan, yang merupakan hal yang sering kita lewatkan,” ujar Ayan Merchant, ahli psikolog tidur dan performansi di Gujarat, India. Merchant menambahkan bahwa kurang tidur dapat memicu rasa keinginan pada makanan manis.

Sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan terapi kognitif perilaku untuk insomnia (CBT-I) jika Anda mengalami kesulitan tidur. SMall mencatat bahwa CBT-I telah terbukti efektif dalam membantu orang mengatasi keinginan gula .

Gula Berganti

Penggunaan pemanis buatan, senyawa kimia yang menyampaikan rasa manis seperti gula tanpa kalori, mungkin tampak menggoda. Namun, Small menyarankan untuk menghindarinya.

“Pemanis buatan bukanlah zat inert,” katanya. Pemanis kerja dengan mekanisme yang berbeda-beda, dan para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami semuanya, namun konsensus di kalangan banyak ahli kesehatan adalah bahwa pemanis buatan dapat berdampak negatif.

Lebih lanjut ia menjelaskan pemanis buatan ini bisa ditemukan di tempat yang tidak terduga, seperti bubuk protein. Oleh karena itu, penting untuk membaca label makanan agar Anda tidak secara tidak sengaja mengonsumsi pemanis alternatif yang mungkin sama bermasalah dengan gula.

Intinya

Jika Anda merasa tergulung oleh keinginan manis, penting untuk mengenali akar masalahnya. Tentu saja, ada banyak strategi yang dapat membantu, mulai dari menyeimbangkan gula darah, meminimalisir pemicu, meningkatkan kualitas tidur, dan memilih makanan yang lebih sehat secara keseluruhan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us