Cold kills another infant in Gaza as West Bank displacement intensifies
Kulit Sejuk di Bawah Abu-abu: Bayi Meninggal dari Hipotermia di Gaza
GAZA CITY, Gaza – Udara dingin di Gaza terus merebak, menguatkan tekanan atas ribuan penduduk yang tinggal di bawah bayangan konflik dan pembatasan. Rabu (21/01/2026), seorang bayi meninggal dunia akibat hipotermia, ungkap pimpinan kesehatan setempat, menandai kematian terbaru dalam gelombang dingin yang melanda tujuan darurat yang sudah rapuh ini.
Badan-badan kemanusiaan memperingatkan dampak yang semakin nyata dari cuaca yang ekstrem terhadap rakyat Gaza, yang telah lama dirugikan oleh kurangnya akses terhadap fasilitas dasar dan pembatasan ekonomi.
Kondisi baik di rumah sakit dan pusat pengungsian sudah diakses oleh pasien yang lodak, sementara keluarga-keluarga sementara berjuang untuk bertahan hidup di tengah dinginnya musim dingin dan minimnya sumber daya.
“Bayi ini hanyalah korban terbaru dari situasi yang parah di Gaza,” tutur juru bicara Palang Merah Internasional (PMI) di Gaza, yang berjanji untuk terus memberikan bantuan mendesak kepada penduduk setempat.
Papadopoulos menekankan bahwa situasi ini memperburuk keadaan yang sudah prekar di Gaza, dimana jutaan penduduk hidup dalam keadaan kekurangan. “Keterbatasan sumber daya akan semakin menghancurkan jika cuaca buruk terus berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat semakin mengkhawatirkan sejalan dengan intensifikasi penolakan penduduk Israel dari rumah-rumah mereka dalam operasi militer baru. Pdessus 200 warga sipil dipaksa meninggalkan rumah atas perintah militer Palestin. Para pengungsi kini berdiam di penampungan yang padat, dengan risiko serupa paparan cuaca dingin yang mengancam keselamatan mereka.
“Kami mengkhawatirkan jumlah korban jiwa yang terus meningkat akibat cuaca buruk”, ungkap seorang pejabat kemanusiaan PBB yang tidak ingin namanya disebutkan. “Penduduk Gaza dan Tepi Barat membutuhkan bantuan mendesak untuk bertahan dari musim dingin yang keras ini.”
Badan-badan kemanusiaan internasional terus bekerja keras untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi warga sipil yang terdampak, termasuk makanan, pakaian hangat, dan tempat berlindung. Mereka menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menanggapi kebutuhan mendesak di Gaza dan Tepi Barat.
“Kondisi ini mendesak. Setiap menit berharga,” demikian penuturan seorang pekerja lapangan dari sebuah organisasi humanitasi yang berfokus pada bantuan medis.
Dengan cuaca ekstrem semakin memburuk, bantuan medis dan logistik mendesak bagi warga sipil di Gaza dan Tepi Barat. Situasi ini menjadi sorotan serius bagi dunia internasional, menuntut respons cepat dan terkoordinasi untuk mencegah petaka lebih banyak lagi.