JogjaJateng .com

Cyclone Ditwah brings worst flooding in decades to Sri Lanka, killing hundreds

November 30, 2025 • Jogja jateng
Cyclone Ditwah brings worst flooding in decades to Sri Lanka, killing hundreds

Siklon Ditwah Timpa Sri Lanka, Banjir Mematik Lukisan Musibah

Sri Lanka dilanda salah satu bencana banjir terburuk dalam dua dekade terakhir akibat siklon tropis Ditwah. Banjir dahsyat dan tanah longsor yang melanda seluruh pulau telah mengakibatkan hampir satu juta penduduk terdampak dan menimbulkan lebih dari 400 korban jiwa, baik tewas maupun hilang.

Siklon Ditwah yang berkekuatan ekstrem menabrak Sri Lanka pada Jumat (29 November 2025), membawa hujan deras tak terkendali yang menerjang wilayah-wilayah pesisir dan pegunungan. Hujan lebat tersebut membangkitkan sungai-sungai hingga meluap, sementara tanah pada lereng bukit menjadi rapuh dan menyebabkan tanah longsor besar-besaran.

Hujan yang berkepanjangan menghantam provinsi-provinsi paling luar di Sri Lanka, termasuk Galle, Matara, serta Ratnapura. Kehidupan warga terganggu secara serius, dengan rumah dan infrastruktur yang rusak parah. Ribuan rumah terkubur lumpur dan banjir, mengungsikan penduduk menjadi pengungsi di berbagai tempat pengungsian sementara.

“Kondisi di sini sungguh mengerikan. Kami kehilangan hampir semuanya. Rumah kami hancur, sawah terbanjiri, dan kami hanya berharap untuk hidup,” ujar seorang warga desa bernama Chandrika, mengisahkan kehilangannya di Matara.

Pemerintah Sri Lanka telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk merespon bencana alam ini. Tim pemadam kebakaran dan pasukan militer disebar ke wilayah terdampak untuk menyelamatkan warga yang terjebak dan mengevakusi mereka dari zona bahaya. Upaya pencarian dan penyelamatan juga dilakukan untuk menemukan korban hilang dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tertimbun reruntuhan.

“Kami sedang melakukan seluruh upaya untuk membantu warga yang terdampak. Tim medis, tim penyelamat, dan bantuan logistik disiagakan di seluruh wilayah,” ujar Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sri Lanka.

Namun, tanggapan yang saat ini dilakukan terkendala akses yang sulit ke daerah terisolasi akibat jalan putus dan jembatan roboh. Kekurangan infrastruktur dan sumber daya di wilayah terdampak memperburuk kesulitan dalam pengiriman bantuan mendesak.

Warga yang selamat kini menghadapi tantangan besar dalam pemulihan hidup mereka. Pasokan air bersih dan makanan menjadi kebutuhan mendesak, sementara kerusakan infrastruktur memaksa mereka tinggal dalam kondisi yang minim fasilitas.

Siklon Ditwah menjadi peringatan keras bagi Sri Lanka dan dunia tentang dampak serius perubahan iklim. Bencana alam ini menuntut respons kolektif global untuk mitigasi risiko bencana dan adaptasi terhadap klima yang semakin tidak menentu.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us