‘Decisive action’ needed to end Israel-Palestine stalemate
’Tindakan Dekat’ Dibutuhkan untuk Akhiri Deadlock Israel-Palestina
PBB: Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa secara mendesak menyerukan tindakan nyata untuk menegakkan hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara dengan Israel.
New York, 2 Desember 2025 – Menteri Luar Negeri Abad ke-21 di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan akan pentingnya perdamaian dan keamanan di Timur Tengah. Presiden Majelis Umum PBB, dalam pidatonya pada sidang umum, menekankan perlunya tindakan yang tegas dan komprehensif untuk mencapai perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan Jogjajateng.com Israel dan Palestina. Ia juga mengajak seluruh dunia untuk memberikan dukungan terhadap upaya perdamaian di kawasan tersebut.
“Kita tidak dapat membiarkan status quo yang saat ini berlanjut. Konflik ini telah berlangsung terlalu lama, telah menelan banyak korban, dan telah mematikan masa depan generasi mendatang,” ungkap Presiden Majelis Umum PBB. “Membangun masa depan yang damai dan damai untuk kedua belah pihak adalah tugas kita bersama. Lambatnya kemajuan dan ketidakmampuan mencapai solusi yang adil telah melahirkan rasa frustrasi dan keputusasaan. Inilah saatnya untuk mengambil tindakan yang tegas dan komprehensif.”
Presiden Majelis Umum PBB menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam mencapai perdamaian: pertama, penegakan hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk hak atas tanah, rumah, dan otonomi; kedua, diakhirinya penjajahan dan segregasi; dan ketiga, terciptanya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
“Solusi dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan berdaulat dalam perdamaian dan keamanan, tetap menjadi solusi yang paling bijaksana dan realistis,” tegasnya.
”Sebagai badan internasional yang independen, PBB harus memainkan peran yang aktif dalam membimbing proses perdamaian. Harapan kami adalah PBB dapat mekanisme yang efektif untuk mempercepat jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” lanjut Presiden Majelis Umum PBB.
Pidato Presiden Majelis Umum PBB disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para delegasi negara-negara anggota PBB. Pidato ini menunjukkan kesadaran dan komitmen global untuk mencari solusi damai bagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Meskipun masih banyak tantangan dan hambatan, Presiden Majelis Umum PBB percaya bahwa dengan kerja sama internasional yang kuat dan tekad yang penuh untuk memperjuangkan perdamaian, dua negara tersebut dapat mencapai masa depan yang lebih baik dan cerah bagi seluruh rakyatnya.