Experts Urge Rapid Adaptation as India Braces for ‘Stronger’ Cyclones, Quakes
Para Ahli Dorong Adaptasi Cepat dengan Datangnya Badai dan Gempa yang “Lebih Kuat” di India
CHENNAI, 12 Januari 2026 – Lebih dari 1.500 orang tewas dan ratusan lainnya hilang akibat badai yang menerjang daerah pesisir Sri Lanka dan Asia Tenggara akhir November 2025. Ratusan juta orang terdampak bencana dengan kerusakan massif, meskipun laporan peringatan dini mengenai badai (Ditwah dan Senyar) sudah disampaikan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Para ilmuwan menekankan bahwa kejadian ini merupakan refleksi dari perubahan sistem iklim yang membuat badai menjadi lebih berbahaya daripada yang dianggap “normal” dalam masa lampau.
“Dampak bencana ini sangat memilukan dan menekankan perlunya adaptasi yang cepat,” ujar Dr. Jaya Chandra, pakar iklim dari Institut Penelitian Iklim India. “Badai yang terjadi saat ini menunjukkan tren peningkatan intensitas dan frekuensi, dan kita tidak boleh meremehkan ancaman ini.”
Ia menambahkan bahwa pemanasan global menjadi salah satu faktor utama. Meningkatnya suhu laut sebagai akibat pemanasan global memberi energi tambahan bagi badai, membesar-besarkan potensi kerusakan mereka.
Selain itu, aktivitas prakiraan cuaca dan pengiriman peringatan dini menjadi kritikal dalam meminimalkan korban jiwa. Meskipun peringatan dini telah diabaikan dalam beberapa kasus, guru tua dari desa pesisir Kanchipuram, Priya, mengungkapkan bahwa predikasi sebelumnya memang memberikan mereka gambaran awal tentang potensi bencana.
“Kami telah diberitahukan tentang kemungkinan badai beberapa hari sebelumnya. Kami sempat memindahkan beberapa barang berharga dan menyiapkan pos pengungsian, tapi tetap saja banyak yang tidak siap,” lanjutnya.
Dr. Chandra menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur yang tangguh di wilayah pesisir di India. Hal ini meliputi pembangunan bangunan-bangunan tahan badai, sistem drainase yang efektif, dan sistem peringatan dini yang lebih kuat.
“Penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana dan pelatihan mereka untuk menghadapi badai,” tambahnya.
Pemerintah India telah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi ancaman badai dan gempa bumi yang semakin parah. Salah satunya adala melalui program peringatan dini yang ditingkatkan dan pembangunan infrastruktur yang lebih resilient, tetapi upaya ini memerlukan dukungan yang lebih besar dari masyarakat dan sektor swasta.
Keadaan ini menjadi pengingat yang keras tentang urgensi dalam mengambil tindakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Adaptasi cepat, investasi pada infrastruktur yang tangguh, dan kesadaran publik yang lebih tinggi adalah kunci dalam melindungi nyawa dan aset dari ancaman bencana yang semakin besar.