JogjaJateng .com

Fact-finding mission urges Iran to end protest violence and restore internet

January 10, 2026 • Jogja jateng
Fact-finding mission urges Iran to end protest violence and restore internet
Misi Investigasi PBB Desak Iran Hentikan Kekerasan dan Pulihkan Akses Internet

TEHRAN, Iran – Misi investigasi independen PBB yang ditunjuk untuk menyelidiki pelanggaran HAM di Iran mendesak otoritas Iran untuk segera menghentikan kekerasan terhadap demonstrasi dan memulihkan akses internet yang telah terputus sejak protes berskala nasional ini dimulai.

Misi ini yang dipimpin oleh Javaid Rehman, telah mengumpulkan bukti-bukti mengenai pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap warga sipil selama protes yang meletus setelah kematian Mahsa Amini pada bulan September lalu. Amini, seorang perempuan berusia 22 tahun, meninggal dunia setelah ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar hukum berpakaian perempuan di Iran.

“Kami sangat prihatin tentang laporan kekerasan yang dihadapi demonstran, termasuk penggunaan kekuatan berlebihan, penangkapan sewenang-wenang, dan penyiksaan,” ujar Rehman dalam pernyataan resminya.

Misi investigasi juga mencatat bahwa pemutusan akses internet secara terencana yang dilakukan pemerintah Iran telah membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi, dan mengakses layanan esensial. Hal ini, menurut misi, memperburuk situasi dan meningkatkan risiko pelanggaran HAM yang lebih serius.

“Pemutusan internet merupakan pelanggaran HAM secara fundamental. Akses informasi dan komunikasi adalah hak yang tak terpisahkan dari hak asasi manusia,” tegas Rehman.

Misi ini mendesak pemerintah Iran untuk:

Hentikan kekerasan dan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap demonstran secara langsung.  
Merilis semua orang yang ditangkap terkait protes.  
Menjamin akses terhadap pengadilan yang adil dan merata bagi semua orang yang terlibat dalam protes.  
Pulihkan akses internet secara penuh dan segera.  

Selain itu, misi investigasi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan diplomatik yang tegas dan mendesak pemerintah Iran untuk menghentikan pelanggaran HAM dan memberikan pemulihan yang memadai bagi korban.

Rehman menekankan bahwa situasi di Iran saat ini mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian mendesak dari komunitas internasional. Misi ini akan terus mengumpulkan bukti-bukti dan melaporkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Dewan Keamanan PBB.

Pemerintah Iran hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuntutan misi investigasi. Protes di Iran terus berlanjut meskipun dihadang dengan penindasan dan pembatasan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us